Komentar dari Berbagai Negara Jelang Pidato Trump soal Yerusalem

Anton Suhartono · Rabu, 06 December 2017 - 20:19 WIB

(Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id – Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan akan berbicara dengan Presiden Donald Trump soal status Yerusalem. May menegaskan Inggris tetap menghormati adanya pembicaraan antara Israel dan Palestina untuk menentukan status kota suci bagi tiga agama itu.

"Saya berniat untuk berbicara dengan Trump terkait masalah ini. Status Yerusalem seharusnya ditentukan dari hasil negosiasi antara Israel dan Palestina," tegasnya, dikutip dari Reuters, Rabu (06/12/2017).

Menurut May, Yerusalem seharusnya dibagi antara Israel dan Palestina setelah mendapat kemerdekaannya.
Lebih jauh May menegaskan bahwa Palestina ke depannya harus menjadi negara berdaulat sebagai bagian dari solusi dua negara yang sedang diupayakan saat ini.

"Yerusalem pada akhirnya harus menjadi ibu kota yang terbagi untuk Israel dan Palestina," tegasnya.

Senada dengan May, Paus Fransiskus menyatakan semua pihak harus menghormati Resolusi PBB mengenai Yerusalem.

"Saya meminta dengan tulus semuanya harus komitmen untuk menghormati status quo kota tersebut (Yerusalem), sesuai dengan Resolusi PBB," kata Paus, di Vatikan.

Vatikan mendukung solusi dua negara di mana kedua pihak sudah menyepakati bahwa apa pun status Yerusalem merupakan bagian dari proses perdamaian yang tengah diupayakan.

Komentar serupa datang dari China. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan, pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem merupakan keputusan penuh dengan risiko kekerasan di Timur Tengah.

"Semua pihak seharusnya melakukan upaya lebih untuk menciptakan perdamaian dan ketenangan, bertindak dengan hati-hati, menghindari dampak yang merusak upaya penyelesaian masalah Palestina yang telah dibangun sejak lama dan memulai permusuhan baru di wilayah tersebut," jelasnya.

China tetap pada sikapnya yakni mendukung berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR