KPK Tangkap Fredrich Yunadi di RS Medistra

Richard Andika Sasamu · Sabtu, 13 Januari 2018 - 03:54 WIB

Fredrich Yunadi dibawa penyidik ke Gedung KPK setelah ditangkap di RS Medistra, Jakarta, Sabtu (13/1/2018) dini hari. (Foto: iNews.id/Richard Andika Sasamu)

JAKARTA, iNews.id - Mantan kuasa hukum Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fredrich dijemput paksa di RS Medistra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan sebagai tersangka atas kasus dugaan merintangi penyidikan kasus e-KTP yang menjerat Setnov.

Fredrich tiba di Gedung KPK sekitar pukul 00.10 WIB, Sabtu (13/1/2018). Dia datang mengenakan kaos hitam dan menenteng bawaan dalam tas plastik kecil dengan dikawal beberapa penyidik. Namun, Fredrich yang dikenal vokal berkomentar kali ini irit bicara. "Tidak ada komentar," kata Fredrich.

Pendiri kantor hukum Yunadi & Associates itu sebelumnya mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK karena beralasan sedang mengurus sidang kode etik di Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia.

"Kami sudah membawa surat perintah penangkapan. Setelah kami tunggu sampai sore (Jumat), tim melakukan pencarian atas dasar penangkapan. Tim menemukan FY di Jakarta Selatan," kata Juru Bicara KPK di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2017) dini hari.

Febri mengatakan, banyak hal yang perlu diklarifikasi kepada Fredrich. Menurutnya, kini penyidik memiliki waktu maksimal 24 jam untuk melakukan pemeriksaan Fredrich, setelah itu baru akan ditahan.

Fredrich diduga melakukan tindak pidana mencegah, menghalang-halangi atau merintangi secara langsung atau tidak langsung penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

BACA JUGA: Diperiksa 13 Jam, Dokter Bimanesh Ditahan KPK

KPK sebelumnya juga telah menahan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo atas kasus yang sama. KPK menetapkan Fredrich dan Bimanesh sebagai tersangka dan ditahan karena diduga melakukan persekongkolan memanipulasi data medis untuk memasukkan mantan Ketua DPR itu ke dalam kamar rawat inap di RS Medika Permata Hijau.

KPK menduga Fredrich dan Bimanesh telah bekerja sama agar Novanto dapat menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK. Fredrich dan Bimanesh diduga melanggar Pasal 21 UU Tipikor dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12  tahun.

Saat itu, Setya Novanto merupakan tersangka kasus korupsi e-KTP yang namanya sudah diajukan KPK ke Kepolisian dalam daftar pencarian orang. Bimanesh merupakan dokter yang pernah merawat Novanto setelah mengalami kecelakaan mobil yang menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau.


Editor : Maria Christina

KOMENTAR