Krisis Politik, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma Mengundurkan Diri

Nathania Riris Michico · Kamis, 15 Februari 2018 - 10:23 WIB

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma (Foto: AFP)

JOHANESSBURG, iNews.id - Presiden Afrika Selatan (Afsel), Jacob Zuma, mengundurkan diri setelah mendapat tekanan kuat dari partai pendukungnya. Dalam pernyataan di stasiun televisi, Zuma menyampaikan pengunduran diri dengan segera, meski tidak setuju dengan keputusan partainya, Kongres Nasional Afrika (ANC).

ANC mendesaknya untuk mundur sejak Selasa 13 Februari 2018 atau menghadapi mosi di parlemen.

Saat mengumumkan pengunduran diri, Zuma terlihat berusaha rileks dan santai dengan tertawa dan bercanda kepada para jurnalis. Dia bergurau dan menanyakan mengapa mereka terlihat sangat serius.

Setelah memberi penghormatan kepada orang-orang yang bekerja dengannya selama bertahun-tahun, Zuma mengatakan kekerasan dan perpecahan dalam ANC memengaruhi keputusannya untuk mundur.

"Tidak ada kehidupan yang hilang bagi saya dan ANC tidak boleh terbagi karena saya. Karena itu saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai presiden republik dengan segera," kata Zuma, dalam pidatonya, dilansir BBC, Kamis (15/2/2018).

"Meskipun saya tidak setuju dengan keputusan pimpinan partai, saya selalu menjadi anggota ANC yang disiplin," ujar Zuma.

Baca Juga: Krisis Politik Afsel, Polisi Tangkap Pengusaha Teman Presiden Zuma

Dia mengatakan akan tetap membantu warga Afsel dan ANC, meski tak lagi menjadi presiden.

"Saat saya pergi, saya akan terus melayani orang-orang Afrika Selatan dan juga ANC, partai yang saya layani sepanjang hidup," kata Zuma, mengakhiri pidatonya.

Pria berusia 75 tahun itu menghadapi desakan untuk memberi kesempatan kepada Wakil Presiden Cyril Ramaphosa memimpin ANC. Zuma, yang telah berkuasa sejak 2009, juga menghadapi berbagai tuduhan korupsi.

Pada Rabu, 14 Februari, polisi menggerebek keluarga Gupta di Johannesburg. Keluarga pengusaha itu diketahui memiliki hubungan dekat dengan Zuma. Dua anggota keluarga Gupta ditangkap dalam penggerebekan tersebut.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR