Menkes Ancam Cabut Izin RS Medika Permata Hijau

Bernadheta Dhaniar · Sabtu, 13 Januari 2018 - 20:40 WIB

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek. (Foto: Koran Sindo).

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan sanksi tegas kepada Rumah Sakit (RS) Permata Hijau. Sanksi ini diberikan terkait dugaan keterlibatan Dokter Bimanesh Sutarjo dalam kasus mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengatakan, sekarang pihaknya masih menunggu laporan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta hasil penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menuturkan, sanksi berupa pencabutan izin rumah sakit jika terbukti Bimanesh menghalangi atau merintangi proses penyidikan KPK terhadap kasus Setya Novanto.

"Saya kira IDI dulu, di situ kan ada Majelis Kode Etik Kedokteran. Mereka harus melihat dari sisi etika yang dilakukan oleh dokter tersebut. Kalau kami Kemenkes kan regulasi dan pelayanan kesehatan," ujar Nila di Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Pihaknya tidak mau gegabah dalam mengeluarkan keputusan menyangkut kasus yang melibatkan Bimanesh di KPK. Dia akan melihat hasil akhir dari rangkaian penyidikan di KPK.

"Kalau ada kesalahan rumah sakit dari kami, ada teguran pertama, kedua, pidana, sampai cabut izin. Jadi dibuktikan dulu," ucapnya.

BACA JUGA: Fredrich dan Dokter Bimanesh Ditahan Terpisah

KPK sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut, yaitu Bimanesh Sutarjo dan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Keduanya sudah ditahan KPK secara terpisah.

Fredrich ditempatkan di Rumah Tahanan (Rutan) kelas I Jalan Kuningan Persada Kavling 4 Jakarta Selatan. Sementara Bimanesh di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.


Editor : Kurnia Illahi

KOMENTAR