Miris, 18 Kasus Penembakan Terjadi di Sekolah AS Selama 2018

Anton Suhartono · Kamis, 15 Februari 2018 - 12:00 WIB

Polisi memblokir jalan menuju lokasi penembakan di SMA di Parkland, Florida, AS (Foto: AFP)

PARKLAND, iNews.id - Penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, Amerika Serikat (AS), pada Rabu 14 Februari 2018 sore waktu setempat atau Kamis (15/2/2018) pagi WIB, merupakan yang ke-18 terjadi di AS sepanjang 2018.

Dalam kurun tak sampai 2 bulan, AS sudah diguncang 18 kali aksi koboi di sekolahan yang merenggut puluhan nyawa, dari tingkat SD sampai universitas.

Sebuah organisasi independen yang mengampanyekan pengontrolan senjata, Everytown for Gun Safety, melaporkan, delapan dari 18 kasus penembakan itu tak sampai menimbulkan korban sehingga kasusnya dihentikan.

Selain itu, dua kasus lainnya merupakan tindakan bunuh diri serta sisanya penyerangan terhadap orang lain.

Dengan korban tewas mencapai 17 orang, penyerangan di SMA Marjory Stoneman Douglas ini merupakan yang paling mematikan sepanjang 2018 serta masuk dalam jajaran kasus paling besar di dunia pendidikan AS.

Pada 23 Januari, remaja berusia 15 tahun menembaki teman-temannya menggunakan pistol di sebuah SMA di Kentucky. Peristiwa itu menewaskan dua orang.

Sehari sebelumnya, seorang siswa di Texas terluka akibat tembakan temannya yang dilepaskan di kantin. Di hari yang sama, remaja 14 tahun ditemukan tewas di halaman parkir di SMA New Orleans.

Pada awal Januari, penembakan juga terjadi di sekolah di Iowa, Washington, dan California.

Jika dihitung, tahun 2018 sudah berlangsung 46 hari. Artinya setiap 2,5 hari terjadi satu penembakan di sekolah AS.

Selain di 2018, kasus penembakan paling besar terjadi pada 14 Desember 2012 saat pemuda bernama Adam Lanza (20) menembak mati 20 siswa dan enam guru di SD Sandy Hook di Newton, Connecticut.

Menurut Everytown for Gun Safety, sejak 2013, setidaknya terjadi 291 kasus penembakan di sekolah AS.

Fakta ini memunculkan kekhawatiran mengenai pembelian dan kepemilikan senjata di AS, Everytown for Gun Safety sudah berkali-kali mengampanyekan pengetatan kepemilikan senjata tapi selalu diganjal oleh pihak lain yang menyatakan senjata merupakan hak setiap warga negara.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR