Pascademonstrasi, Iran Akhirnya Cabut Pemblokiran Telegram

Anton Suhartono · Minggu, 14 Januari 2018 - 16:42 WIB

Iran mencabut pemblokiran Telegram setelah 5 hari (Foto: AFP)

TEHERAN, iNews.id - Pemerintah Iran akhirnya mencabut pemblokiran aplikasi Telegram terkait maraknya demonstrasi antipemerintah di negara itu. Akses Telegram di telepon seluler (ponsel) sudah normal kembali, Minggu (14/1/2018) setelah diblokir selama lima hari.

“Informasi mengenai berakhirnya pemblokiran Telegram adalah benar," kata seorang juru bicara kementerian telekomunikasi Iran, seperti dikutip dari AFP.

Sementara itu kantor berita ISNA melaporkan, pemblokiran Telegram dicabut atas perintah langsung dari Presiden Hassan Rouhani.

Pemerintah menganggap pihak kontrarevolusi dan asing memanfaatkan aplikasi Telegram untuk menghasut warga melakukan aksi demonstrasi antipemerintah di berbagai kota. Tak hanya Telegram, pemerintah juga memblokir Instagram.

Dalam pidatonya saat demonstrasi pecah, Rouhani mengatakan pembatasan ini dianggap wajar, namun tidak permanen. Dia memahami banyak warga yang terganggu bisnisnya karena pemblokiran ini.

"Anda ingin mengambil kesempatan untuk mematikan media sosial selamanya. Anda mungkin bisa tidur lelap, tapi 40 juta orang akan punya masalah. 100.000 orang (di antraranya) bisa kehilangan pekerjaan,” kata dia, pada 9 Januari lalu, merujuk pada keluhan dari banyak sektor bisnis yang terpengaruh akibat pemblokiran Telegram.

Padahal, tiga pekan sebelum demonstrasi pecah, Rouhani pernah berjanji tidak akan membendung media sosial.

"Menteri telekomunikasi berjanji kepada masyarakat dia tidak akan pernah menekan tombol blokir," kata Rouhani, saat itu.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR