Penembakan di Sekolah AS, Pelaku Dijerat 17 Tuduhan Pembunuhan

Anton Suhartono · Kamis, 15 Februari 2018 - 21:21 WIB

(Foto: AFP)

PARKLAND, iNews.id - Nikolas Cruz, pelaku penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas, di Parkland, Florida, Amerika Serikat, dijerat dengan 17 tuduhan kasus pembunuhan. Aksi koboinya menembaki para siswa dan guru menyebabkan 17 orang tewas dan 14 lainnya luka. Pria 19 tahun itu dipastikan beraksi seorang diri.

Dalam keterangannya, Sheriff Broward menyatakan, Cruz terindikasi melakukan pembunuhan berencana. Dia menggunakan senapan semiotomatis AR-15 dan membawa beberapa magasin yang penuh dengan peluru.

Cruz ditangkap beberapa saat kemudian di dekat Kota Coral Springs tanpa perlawanan. Dia hanya menderita luka ringan.

Sejak masih bersekolah, Cruz dikenal sebagai pembuat onar dan penggemar senjata api. Sekolah memecatnya karena tidak disiplin. Dia juga pernah mengancam para siswa. Karena itulah, para guru dan siswa sudah menduga sebelumnya, Cruz akan menyerang sekolah.

Pria kelahiran September 1988 itu juga dikenal sebagai penggemar senjata api. Saat bersekolah, dia pernah bergabung dengan program Junior ROTC, semacam pelatihan kemiliteran untuk siswa sekolah. Hal ini pun diakui Pentagon.

Di sekolah, dia juga kerap bercerita kepada teman-temannya tentang senjata miliknya yang disimpan di rumah.

"Dia menembak karena berpikir senjata itu untuknya. Saya rasa, dia merasa gembira (jika menembakkan senjata),” kata seorang teman Cruz, kepada televisi WSVN-7.

Penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas ini merupakan kedua paling mematikan untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah setelah kejadian pada 2012 di SD Sandy Hook di Newton, Connecticut. Saat itu 27 orang tewas, di mana 20 di antaranya adalah siswa SD.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR