Pilkada Jatim

Penyebab Gagalnya Pencalonan La Nyalla Versi Gerindra

Dian Ramdhani, Koran SINDO · Sabtu, 13 Januari 2018 - 19:02 WIB

Diskusi Polemik MNC Trijaya Radio, bertajuk “Wajah Politik Pilkada 2018”, di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (13/1/2018). (Foto: iNews/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id – La Nyalla Mattalitti awalnya digadang-gadang menjadi salah satu kandidat gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018. Namun, hingga berakhirnya masa pendaftaran bakal calon (balon) gubernur dan wakil gubernur, namanya tidak ada dalam daftar peserta kontestan politik yang datang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim.
 
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai parpol yang semula berencana mengusung La Nyalla membantah batalnya pengusungan mantan ketua umum PSSI itu dikarenakan ketidaksepahaman mengenai jumlah dana yang dibutuhkan untuk maju sebagai calon. Menurut Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman, yang terjadi sebenarnya adalah ketidakmampuan La Nyalla untuk mencari dukungan dari parpol lain di Pilkada Jatim.

“Gerindra tidak bisa mengajukan (La Nyalla ke KPU) karena tidak ada partai lain yang mau mendukungnya,” ujar Habiburokhman saat menjadi pembicara dalam acara Diskusi Polemik MNC Trijaya Radio, bertajuk “Wajah Politik Pilkada 2018”, di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Dia menjelaskan, Partai Gerindra yang memiliki 13 kursi di DPRD Jatim hasil Pemilu 2014, pada awalnya ingin membangun koalisi dengan PKS (6 kursi) dan PAN (7 kursi) untuk mengusung La Nyalla. Namun rencana itu kandas di masa-masa akhir pencalonan. Partai Gerindra dan PKS pada akhirnya mendukung pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Sukarnoputri (Gus Ipul-Puti). Sementara, PAN memutuskan untuk memberikan dukungannya kepada pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak (Khofifah-Emil).

“Jadi, mau bagaimana? Masa kami disuruh datang ke KPU sendiri untuk mendaftar?” ucap Habiburokhman.

Dia menuturkan, untuk bisa mengusung calon gubernur dan wakil gubernur di Jatim, dibutuhkan dukungan sedikitnya 20 kursi. Pemilik kursi mayoritas di Jatim adalah PKB (20 kursi), lalu disusul PDI Perjuangan (19 kursi), Partai Gerindra (13 kursi), Demokrat (13 kursi), Golkar (11 kursi), PAN (7 kursi), PKS (6 kursi), PPP (5 kursi), Nasdem (4 kursi) dan Hanura (2 kursi).


Editor : Zen Teguh

KOMENTAR