Pertaruhkan Nyawa, Mahasiswa Ini Selamatkan Balita yang Jatuh ke Rel

Nathania Riris Michico · Kamis, 15 Februari 2018 - 16:23 WIB

Mahasiswa selamatkan nyawa balita yang jatuh ke rel kereta. (Foto: Australia Plus ABC)

MILAN, iNews.id - Seorang mahasiswa berusia 18 tahun di Italia dipuji sebagai pahlawan setelah menyelamatkan nyawa balita yang jatuh ke rel kereta di stasiun kereta bawah tanah di Milan.

Rekaman CCTV dari stasiun metro Repubblica Milan menunjukkan, anak berusia 2,5 tahun itu terjatuh ke jalur kereta, selang beberapa detik sebelum kereta tiba di stasiun.

Dilansir Australia Plus ABC, Kamis (15/2/2018), pria bernama Lorenzo Pianazza, yang sedang dalam perjalanan pulang itu, nekat melompat setelah melihat bocah laki-laki jatuh dari peron ke rel. Pianazza bahkan sempat mengambil salah satu mainan milik balita tersebut.

Dalam beberapa detik, bocah itu berhasil diselamatkan oleh Pianazza dan tidak mengalami luka.

Kepada media lokal, Pianazza mengatakan, saat itu dia tidak memedulikan keselamatannya, melainkan hanya bertindak berdasarkan naluri, melihat balita tersebut dalam bahaya.

"Saya senang melakukan apa yang saya pikir benar dan tidak membuat kondisi jadi lebih buruk dengan turun ke rel," kata Pianazza.

Sementara itu, manajer stasiun, Claudia Flora Castellano, mengaku melihat peristiwa tersebut melalui layar di ruang kontrol. Catstellano mengatakan, dia langsung melakukan tindakan prosedural dengan menekan tombol merah untuk menghentikan kereta.

Keberanian Pianazza dan tindakan sigap Castellano dipuji oleh Wali Kota Milan Giuseppe Sala. Salla mengundang keduanya ke kantornya.

"Hari ini kita menyaksikan sebuah tindakan sangat berani. Berkat kesiapan Anda dan petugas stasiun yang menghentikan pergerakan kereta, seorang anak diselamatkan. Saya ingin berterima kasih atas nama seluruh kota Milan," kata Sala.

Keduanya juga bertemu dengan orang tua dari balita tersebut. Mereka juga mengucapkan terima kasih dan menyebut Pianazza sebagai pahlawan.

"Ibu dari anak itu sudah mengucapkan terima kasih, yang penting adalah anak itu bisa kembali memeluknya, selebihnya tidak masalah," ujar Pianazza, menambahkan.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR