Pesan Berisi Peringatan Serangan Rudal di Hawaii Hebohkan Warga

Anton Suhartono · Minggu, 14 Januari 2018 - 12:48 WIB

Isi peringatan ancaman serangan rudal di Hawaii (Foto: BBC)

WASHINGTON, iNews.id – Warga Hawaii dihebohkan dengan adanya pesan peringatan melalui telepon seluler mengenai serangan rudal pada Sabtu 13 Januari 2018 waktu setempat. Namun peringatan itu ternyata palsu.

Isi peringatan adalah, "Ancaman serangan rudal balistik akan masuk ke Hawaii. Segera mencari tempat perindungan. Ini bukan latihan."

Komisi Komunikasi Federal (FCC) menyatakan pihaknya akan menyelidiki mengenai peringatan palsu yang sudah membuat panik warga ini.

Gubernur David Y Ige, seperti dikutip dari New York Times, mengatakan, peringatan yang salah itu dikirim sebagai akibat dari faktor kesalahan manusia. Seorang karyawan yang baru berganti shift di pos komando kedaruratan menekan tombol yang salah.

Akibatnya, kepanikan sempat melanda Hawaii selama sekitar 38 menit. Ketua FCC Ajit Vaadaraj Pai langsung bertindak cepat dengan mengumumkan bahwa peringatan itu merupakan kesalahan dan pihaknya mencabut kembali.

"Tidak ada serangan rudal atau ancaman lain ke Hawaii. Diulangi, ini peringatan yang salah."

Komisioner FCC Jessica Rosenworcel menyampaikan keprihatinannya mengenai masalah ini.

"Peringatan darurat dibuat untuk menjaga agar keluarga kita selamat, bukan untuk membuat kepanikan akibat kesalahan. Kita harus menyelidiki kasus ini dan bekerja lebih baik lagi," kata Rosenworcel, di akun Twitter-nya.

Badan Manajemen Kedaruratan Federal (FEMA) menjelaskan, peringatan diberikan kepada warga, tidak hanya melalui ponsel, tapi juga di siaran televisi, radio, dan sirine udara. Namun peringatan melalui ponsel dinilai lebih efektif.

Peringatan ini dikeluarkan untuk mewaspadai serangan teroris, badai, dan orang hilang.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR