Polisi Menggerebek Pabrik Pembuat Solar dari Endapan Oli di Banten

Gatot Trilaksono · Kamis, 15 Februari 2018 - 16:57 WIB

Ilustrasi drum-drum solar (Foto: DOK/iNews)

JAKARTA,iNews.id – Mabes Polri menggerebek pabrik pembuat solar palsu di Jalan Raya Cikande, kawasan Rangkasbitung, Banten. Polisi mengamankan sepuluh orang dalam penggerebekan tersebut, satu di antaranya Direktur Utama pabrik berinisial S.      

Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan,  setelah ada laporan terkait pembuatan solah ilegal, tim Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri turun ke lokasi untuk menyelidiki kebenaran, selanjutnya melakukan penggerebekan.

Dari pengerebekan itu, polisi mengamankan barang bukti solar yang terbuat dari hasil endapan oli bekas. Kemudian diracik sedemikian rupa dengan oktan lebih rendah dibanding solar murni.

“Modus operandi yang dilakukan para pelaku untuk membuat solar palsu dengan membeli oli bekas di bengkel-bengkel. Diendapkan dan hasil endapan diambil dijadikan bahan bakar solar palsu,” kata Daniel, di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Selain menyita barang bukti, polisi juga mengamankan Direktur Utama pabrik berinisial S dan karyawannya . Saat ini, S masih dalam pemeriksaan penyidik.

Menurut pengakuan S, pabrik pembuat solar palsu sudah beroperasi sejak tahun 2017. Hasil produksi solar dijual ke kawasan Tangerang, Jawa Barat, dan Lampung. Setiap minggu, pabrik tersebut mampu memproduksi 100.000 liter solar.

“Solar ini dijual dengan harga di bawah standar harga industri Rp8.200. Omzet yang didapat sekitar Rp600 juta per minggu,” ujar Daniel.

Polisi segera melakukan uji terhadap BBM diduga palsu tersebut. Apabila terbukti, ke sepuluh pelaku dapat dijerat Pasal 54 dan atau Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas.

“Cara membedakan kalau dibedakan dengan asli yang murni lebih halus tetapi kalau yang campuran agak kasar dan ada sisa,” kata Daniel.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto

KOMENTAR