Sidang E-KTP, Saksi Ungkap Ada Uang Dedemit

Richard Andika Sasamu · Kamis, 15 Februari 2018 - 12:59 WIB

Ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Foto:iNews.id/Richard Andika Sasamu).

JAKARTA, iNews.id - Sidang lanjutan pokok perkara dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dengan terdakwa Setya Novanto menghadirkan mantan staf Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yosep Sumartono sebagai saksi.

Yosep merupakan anak buah Sugiharto di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang sudah divonis kurungan penjara oleh hakim dalam perkara proyek e-KTP. Yosep dalam kesaksiannya mengaku pernah menerima uang dari sejumlah pihak atas perintah Sugiharto.

Bahkan, dia mengaku pernah menginjak uang yang diterimanya tersebut karena menganggap uang itu merupakan dedemit atau setan. Kesaksian ini diungkap Yosep setelah ditanya hakim mengenai sumber uang tersebut.

"Anda pernah bilang sama staf di situ Anda injak-injak duit tersebut? Anda bilang ini uang setan? Berarti tahu?" tanya hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

BACA JUGA: Hakim Minta Paulus Tannos Dihadirkan di Sidang Setnov

Namun, mantan staf di Ditjen Dukcapil Kemendagri  itu mengatakan, awalnya tidak tahu terkait apa soal uang itu. Dirinya memang sering diminta Sugiharto mengambil uang yang ditengarai merupakan uang hasil korupsi e-KTP.

Dia mengungkapkan, pernah delapan kali menerima uang yang diambil atas perintah Sugiharto. Uang itu pernah dia ambil di beberapa lokasi dari orang yang berbeda. Dia menyebutkan;

-Mal Junction Cibubur USD 500 ribu diserahkan Vidi Gunawan
- Holland Bakery Kampung Melayu sebesar USD 400 ribu diserahkan oleh Vidi Gunawan
- Pom bensin AURI USD 400 ribu diserahkan Vidi Gunawan
- Pom bensin Kemang, Jakarta Selatan, USD 200 ribu diserahkan Vidi Gunawan
- Menara BCA dekat Bunderan HI, USD 300 ribu diserahkan utusan yang mengaku istri Paulus Tannos.
- Mal Grand Indonesia, USD 200 ribu diserahkan Johanes Marliem
- Di rumah Yosep, USD 200 ribu diserahkan oleh Fauzi utusan Anang Sugiana Sudihardjo

"Seluruhnya saya serahkan ke Pak Sugiharto. Yang kedelapan, saya pernah diminta tolong untuk menukarkan uang Rp1 miliar jadi SGD 100 ribu, uang saya serahkan ke Pak Sugiharto lagi," ungkapnya.

Selain Yosep, jaksa penuntut umum pada KPK juga menghadirkan saksi Winata Cahyadi Direktur Karsa Wira Utama (perusahaan pemenang tender uji coba e-KTP), Amalia Sumar Mardani karyawan PT Biomorf (pemenang tender sistem e-KTP), terakhir ialah Abdullah mantan kurir Setya Novanto.


Editor : Kurnia Illahi

KOMENTAR