Soal Tudingan La Nyalla, Bawaslu Bakal Panggil Prabowo

Dian Ramdhani, Koran SINDO · Sabtu, 13 Januari 2018 - 18:08 WIB

Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja. (Foto: iNews/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id – Isu mahar politik yang diembuskan La Nyalla Mattalitti berbuntut panjang. Selain berencana memanggil mantan ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga akan meminta keterangan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto terkait masalah tersebut.

“Kami akan panggil Pak Prabowo supaya (persoalan ini) clear,” ujar Anggota Bawaslu Rahmat Bagja saat menjadi pembicara dalam acara diskusi Polemik MNC Trijaya Radio dengan tajuk “Wajah Politik Pilkada 2018” di Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Meski demikian, kepastian jadwal pemanggilan Prabowo bergantung pada hasil klarifikasi La Nyalla. Menurut Bagja, jika La Nyalla tidak dapat membuktikan ucapannya maka pemanggilan terhadap Prabowo pun tidak bisa dilakukan. “Ya nanti kami tanyakan ada tidak buktinya (soal mahar politik itu)? Kalau hanya omongan, (Prabowo) tentu tidak bisa (dipanggil),” ucap Bagja.

Dia menuturkan, kalaupun pemanggilan terhadap Prabowo jadi dilakukan nanti, maka kewenangan pemeriksaannya berada di tangan Bawaslu Provinsi Jawa Timur, bukan Bawaslu pusat. Bagja pun optimistis Bawaslu Jatim memiliki kemampuan yang cukup untuk menyelesaikan permasalahan semacam ini.

“(Kasus La Nyalla) ini ranahnya provinsi. Kami yakini jajaran kami sanggup untuk menyelesaikan persoalan ini,” tutur Bagja.

Sementara itu, Ketua Bidang Hukum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman keberatan dengan rencana Bawaslu memanggil Prabowo. Dia menganggap tidak sepantasnya lembaga pengawas pemilu tersebut memanggil seseorang tanpa didahului bukti yang cukup.
 
“Kami hanya ingatkan Bawaslu jangan genit. Apalagi memanggil pak Prabowo sungguh tidak pantas,” ujar Habiburokhman.

Isu tentang mahar politik di Partai Gerindra mencuat setelah La Nyalla membuat pengakuan bahwa dia diminta membayar sejumlah uang kepada Prabowo agar bisa diusung sebagai calon gubernur Jatim pada Pilkada 2018.

BACA JUGA: Begini Komentar Anies Baswedan Soal Isu Mahar Politik Gerindra

Dalam satu konferensi pers di Tebet Jakarta Selatan, Kamis 11 Januari 2018, La Nyalla mengungkapkan penyebab kegagalannya diusung Partai Gerindra sebagai bakal calon gubernur di Jatim tahun ini dikarenakan politik uang. Dia mengaku dimintai uang Rp40 miliar oleh Prabowo sebagai syarat agar surat rekomendasi pencalonannya bisa diterbitkan.

Menurut La Nyalla, sebelumnya dia menyerahkan uang sebesar Rp5,9 miliar yang disebut-sebut sudah diterima Prabowo. Karena itu, dia mengaku terkejut ketika kembali diminta Prabowo untuk segera menyerahkan uang Rp40 miliar sebagai uang saksi. Uang itu harus diserahkan tanggal 20 Desember 2017 lalu. Jika tidak, dia tidak akan mendapat rekomendasi maju jadi bakal calon gubernur di Pilkada Jatim 2018.  

“Dia (Prabowo) tanya sama saya soal uang saksi sudah disiapin belum? Saya bilang, 'loh kapan Pak?'. 'Tanggal 20,' (kata Prabowo). Saya bilang 'insya Allah'. 'Eggak ada Insya Allah di sini,' (kata Prabowo lagi). Saya kaget. Loh ini Pak Prabowo idola saya loh. Saya selama ini mencalonkannya sebagai capres, kok saya diginikan?” ungkap La Nyalla.


Editor : Zen Teguh

KOMENTAR