Suasana Haru Warnai Prosesi Pernikahan Tahanan Polres Jakarta Barat

Miftahul Ghani · Sabtu, 13 Januari 2018 - 16:05 WIB

La Ode Febrian dan Sofia Arianti melangsungkan pernikahan di Mapolres Metro Jakarta Barat (Foto: iNews.id/Miftahul Ghani)

JAKARTA,iNews.id – Cinta sejati ternyata tidak pernah memandang status pasangannya. Inilah yang terjadi pada Sofia Arianti (19) yang rela menikah dengan La Ode Febrian, meski sedang mendekam di penjara.

Bahagia, sedih, dan haru menyatu pada proses ijab Kabul di Masjid Baitul Rahmat Polres Jakarta Barat, Sabtu (13/1/2018) siang. Air mata pria 21 tahun yang terpaksa mendekam di tahanan polres karena kasus narkoba itu tak tebendung. Ijab Kabul disaksikan dengan haru oleh kedua keluarga mempelai dan sejumlah penyidik Satnarkoba Polres Jakarta Barat.

Usai ijab Kabul, La Ode tampak mencium kening wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu. Dia kemudian bergegas berdiri dan menyerahkan kedua tangannya kepada penyidik di sampingnya, tanda minta diborgol. Tangisan Sofia dan keluarga kedua mempelai pun kembali pecah saat La Ode berjalan menuju sel Polres Jakarta Barat untuk menjalani proses hukum.

Sebagai suami, La Ode tentu menyesal. Dia sadar sebagai pengantin baru seharusnya bahagia dan bisa berbulan madu bersama istrinya. Namun, karena kasus yang menjeratnya, dia terpaksa harus menjalani hukuman dulu.

“Kita sama-sama saling cinta, kita sudah tiga tahun pacaran,  semua harus dijalanin,” kata La Ode, di Mapolres Metro Jakarta Barat, Sabtu (13/1/2018).

Tahanan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini terpaksa harus menikah karena sebelum tertangkap pada 25 November 2017, undangan sudah menyebar. Kedua keluarga mempelai juga sepakat acara prosesi pernikahan dilangsungkan, Sabtu 13 Januari.

Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Khoiri mengatakan, sebagai pelayan masyarakat, polisi tetap akan memberikan kelonggaran kepada tahanan yang melangsungkan pernihakan. Namun, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),pelaku kriminalitas yang memiliki hajatan apapun harus mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.

“Pernikahan ini adalah hak yang baru menikah, kami sebagai Polri memfasilitasi. Dan kami berharap, setelah menikah lebih baik dari sebelumnya,” kata Khoiri.

La Ode dijerat pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Narkoba dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun pencara setelah tertangkap mengonsumsi sabu di di Pendongkelan, Cengkareng Jakarta Barat.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto

KOMENTAR