Tersangka, Fredrich Pertimbangkan Ajukan Praperadilan

Annisa Ramadhani · Sabtu, 13 Januari 2018 - 14:04 WIB

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. (Foto: iNews.id/ Annisa Ramadhani).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi sebagai tersangka. Fredrich ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan merintangi atau menghalangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektoronik (e-KTP) yang melibatkan Setya Novanto.

Usai menjalani pemeriksaan di KPK, dia membantah dirinya memesan satu lantai kamar rawat VIP di Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau untuk tersangka Setya Novanto seperti yang dituduhkan KPK. Menurutnya, tuduhan KPK tidak benar.

"Gak ada, bohong semua," ujar Fredrich di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018).

Pada kesempatan itu dia juga memprotes perlakuan KPK terhadap dirinya. Dia menuturkan, penangkapan terhadap dirinya oleh KPK terbilang sangat cepat.

"Belum 24 jam. Penangkapan itu kan enggak bisa dilakukan satu kali panggilan, harus setelah dua kali panggilan. Ini satu kali panggilan saja belum selesai," ucapnya

Menurutnya, advokat tidak dapat dituntut, baik secara perdata maupun pidana. Ketentuan ini, kata dia diatur dalam Pasal 16 UU Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat.

Dia menambahkan, tuntutan terhadap advokat juga diatur sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 26 tahun 2013 yang menegaskan, advokat tidak dapat dituntut, baik secara perdata maupun pidana.

"Saya sebagai seorang advokat, saya melakukan tugas dan kewajiban saya membela Pak Setya Novanto. Saya difitnah (KPK) katanya melakukan pelanggaran," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk mempraperadilankan KPK ke Pengadilan Negeri. Namun, kata dia masih perlu didiskusikan lebih dalam.

"Itu sedang kita pertimbangkan dulu (praperadilan), kemungkinan itu ada," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi

KOMENTAR