Uni Eropa: Yerusalem Harus Jadi Ibu Kota Israel dan Palestina

Anton Suhartono · Kamis, 07 December 2017 - 19:12 WIB

Tentara Israel berjaga di Pintu Damaskus di Kota Tua pascapengakuan Yerusalem sebagai ubu kota Israel (Foto: Reuters)

BRUSSELS, iNews.id – Uni Eropa mengomentari pengakuan sepihak Amerika Serikat yang menyebut Yerusalem merupakan ibu kota Israel. Tidak tepa AS mengklaim sepihak bahwa Yerusalem milik Israel.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan, Yerusalem seharusnya menjadi ibu kota Israel dan Palestina, setelah mendapat kemerdekaan.

Baca Juga:

Yordania: Klaim AS bahwa Yerusalem Ibu Kota Israel Batal demi Hukum

Presiden Jokowi: Indonesia Mengecam Keras Pengakuan AS atas Yerusalem

Beredar Dokumen, AS Minta Israel Tahan Diri Pascapengumuman Trump

"Posisi Uni Eropa sudah sangat jelas dan sepakat. Kami yakin solusi paling realistis dari penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina adalah solusi dua negara di mana Yerusalem merupakan ibu kota keduanya," kata Mogherni, dikutip dari Reuters, Kamis (7/12/2017).

Mogherni menambahkan, dia akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Yordania pada Jumat 8 Desember. Setelah itu, dia dan para menteri luar negeri Uni Eropa akan membahas nasib Yerusalem dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin pekan depan di Brussels, Belgia.

Sementara itu negara-negara Eropa menyampaikan pandangan masing-masing mengenai pengakuan sepihak AS. Kantor berita RIA yang mengutip pernyataan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov, melaporkan Rusia akan mengkritik langkah Presiden Donald Trump itu melalui forum Dewan Keamanan PBB.

Menteri Luar Negeri Inggris Johnson menegaskan, Inggris tetap pada komitmen awal yakni pembahasan nasib Yerusalem harus melibatkan Israel dan Palestina. Menurut dia, pengakuan sepihak ini sama sekali tidak membantu upaya damai dalam mewujudkan solusi dua negara.

Ditambahkannya, dunia juga akan melihat sejauh mana Trump akan berkontribusi kedepannya untuk mendamaikan Israel dan Palestina setelah semua ini.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR