AC Mobil Anda Jadi Tak Dingin, Hindari Kebiasaan Ini

Riyandy Aristyo · Jumat, 12 Januari 2018 - 06:05 WIB

Pada dasarnya dingin atau tidaknya AC tidak melulu bergantung pada ketersedian freon, namun bisa juga karena kebiasaan salah dalam mengoperasikan perangkat. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pernahkah Anda berada di dalam mobil saat cuaca panas, namun suhu kabin tidak dingin walaupun AC (air conditioner) sudah dihidupkan? Pastinya perjalanan Anda menjadi tidak nyaman.

Bicara mengenai suhu kabin mobil yang panas, bisa jadi kondisi AC kendaraan Anda bermasalah. Di mana AC tidak bekerja maksimal akibat beberapa komponen rusak.

"Apabila Anda mengalami kondisi demikian, tidak perlu panik. Pertama, cek dulu suhu pengaturnya. Jika temperaturnya sudah di posisi maksimal tetapi tak dingin, bisa jadi freonnya habis," ujar Donny Ismail, kepala mekanik bengkel Depok Auto Car di Margonda, Depok kepada iNews.id.

Dia menuturkan, pada dasarnya dingin atau tidaknya AC tidak melulu bergantung pada ketersedian freon. Namun, bisa juga karena kebiasaan dalam mengoperasikan perangkat. Terkadang, pengguna mobil asal menghidupkan. Padahal, momentumnya tidak tepat.

"Biasanya kita ketika masuk mobil, hal yang pertama dilakukan adalah menyalakan mobil dan AC. Nah, AC itu tidak bekerja sendirian, tapi terhubung dengan beberapa komponen kendaraan lain. Agar AC tak mudah rusak, perlu diketahui cara penggunaannya," papar Donny.

Dia menjelaskan jika ingin menghidupkan AC, lakukan pada saat posisi putaran mesin atau RPM rendah, yakni saat idle atau pedal gas tidak diinjak. Kenapa demikian, hal ini untuk menghindari gerakan yang terlalu keras antara pulley dan pressure plate pada compressor.

"Pulley dan pressure plate merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem kerja AC. Pressure plate merupakan penghubung, sehingga poras kompresor AC dapat berputar. Tugas sebagai penghubung itu, baru bisa dijalankan setelah pressure plate menempel ke pulley. Pressure plate ini akan mendekati pulley ketika AC dihidupkan," jelas Donny.

Perlu diketahui juga bahwa pulley adalah komponen yang selalu berputar selama mesin hidup dan putarannya bisa berubah-ubah. Tinggi-rendahnya putaran pulley bergantung pada kerja mesin. Pulley akan berputar cepat ketika di RPM tinggi. Sebaliknya, melambat saat putaran RPM rendah.

Bayangkan apa yang terjadi bila menempelkan pressure plate saat putaran mesin tinggi. Bisa terjadi gesekan keras antara permukaan pressure plate dan pulley. Bila kebiasaan ini terus terulang, permukaan gesek dua komponen tersebut akan cepat aus.

"Kondisi ini biasanya disebut slip. Ada dua dampak lanjutan yang dirasakan bila terjadi slip. Pertama, terdengar suara berisik pada kompresor. Kedua sudah pasti AC menjadi tidak dingin," tandasnya.


Editor : Dani Dahwilani

KOMENTAR