Ganti Knalpot Racing, Ini Penyebab Motor Jadi Boros

Riyandy Aristyo · Rabu, 10 Januari 2018 - 06:37 WIB

Boros bahan bakar menjadi risiko lain yang harus ditanggung pemilik sepeda motor yang memodifikasi knalpot. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

BOGOR, iNews.id - Bagi para biker, memodifikasi motor menjadi lebih keren adalah hal yang menyenangkan. Terutama mengganti knalpot standar dengan knalpot racing.

"Memodifikasi knalpot racing nampaknya sangat disukai, terutama seperti kita kaum lelaki. Karena membuat suara lebih gahar juga bisa menghasilkan tenaga lebih besar," ujar Ighay Setiawan, pemilik toko aksesoris di kawasan Tajur, Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.

Namun, tidak hanya mengandalkan gahar dan keras, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika pemilik sepeda motor memutuskan untuk menggunakan knalpot racing. Selain itu, pengguna juga harus melakukan penyesuaian antara mesin dengan knalpot.

"Kalau Anda memutuskan ingin menggunakan knalpot racing, Anda harus menyesuaikan mesin dengan knalpotnya. Mintalah kepada mekanik melakukan setting CO (karbon monoksida) melalui ECU (engine control unit) bagi pemilik motor injeksi," katanya.

"ECU berfungsi sebagai pusat kendali agar performa mesin menjadi lebih optimal. Jika tidak disesuaikan, bukannya mendapat tenaga besar, motor malah bisa kehilangan tenaga," lanjut Ighay.

Dia menegaskan penyesuaian CO dan ECU ini harus disesuaikan dengan karakter mesinnya. Tidak bisa menuruti keinginan mekanik maupun pemilik motor itu sendiri.

"Tergantung mesinnya. Misal setting-an dapat tiga trip, kemauan mekanik dapat delapan trip. Kalau mesin tidak terima salah-salah bisa jadi boros," ujarnya.

Boros bahan bakar menjadi risiko lain yang harus ditanggung pemilik sepeda motor yang memodifikasi knalpot. Bahan bakar bakal lebih terkuras dari sebelumnya karena settingan mesin sudah berubah. Tingkat keborosan juga akan sulit diprediksi.

"Memang harus diborosin, karena menyesuaikan kemauan mesin. Bisa saja sih langsung pasang tidak di-setting, cuma mesin tidak maksimal," pungkasnya.


Editor : Dani Dahwilani

KOMENTAR