Ketahui Perbedaan Mobil Buatan Jepang vs Eropa

Riyandy Aristyo · Sabtu, 10 Februari 2018 - 19:00 WIB

Mobil Honda (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Produsen otomotif (mobil) terbesar di Indonesia pada dasarnya berasal dari Eropa dan Jepang. Jika Eropa memproduksi Ferrari, Jepang mempunyai Honda. Lantas, apa yang membedakan kedua produsen mobil tersebut?

"Mobil-mobil asal Eropa memang terkenal dengan kemewahannya dan menjadi mobil yang eksklusif dengan performa yang tidak diragukan lagi," jelas Ardi Winahardi pemilik bengkel mobil Eropa saat dihubungi iNews.id, Sabtu (10/2/2018).

Biasanya, mobil-mobil yang berasal dari Eropa dipakai oleh orang-orang berkelas di Indonesia. Sebut saja artis, pejabat maupun pengusaha. Karena memang selain gengsi, mobil asal Eropa dinilai memiliki performa yang bagus.

"Mobil Eropa memang didesain sporty, elegan dan juga enak dipandang. Cocok untuk orang-orang yang memiliki gengsi tinggi saat berkendara di jalan raya," kata Ardi.

Sedangkan untuk mobil yang di produksi di negara Sakura, banyak dipakai oleh masyarakat menengah ke bawah. Mungkin karena harganya yang merakyat, sehingga dijadikan kendaraan favorit orang Indonesia.

"Untuk mobil Jepang yang menjadi istimewa adalah di samping harganya murah, kelemahan-kelemahan yang ada pada mobil Eropa dijadikan kelebihan dari mobil Jepang," paparnya.

Lantas apa saja kelebihan dan kekurangan mobil asal Eropa maupun Jepang yang menjadi pertimbangan bagi para konsumen jika ingin membelinya.

"Kelebihan mobil Jepang itu yang pertama adalah irit bahan bakar, bodi lebih ringan, harganya murah, suku cadangnya juga banyak dan murah, harga jualnya pun tinggi. Kekurangannya mudah melayang ketika dikendarai dalam kecepatan tinggi, sistem keamanannya masih kurang dan tidak bergengsi," ungkap Ardi.

"Mobil asal Eropa kebalikannya mobil Jepang yaitu desainnya mewah, fiturnya canggih, sistem keamanan dan keselamatan menjadi prioritas, mesinnya bandel dan suku cadang bisa awet sampai enam tahun. Kalau kekurangannya, boros bahan bakar, suku cadang susah dan mahal, servis harus di bengkel resmi dan untuk harga jualnya rendah," lanjutnya.


Editor : Dini Listiyani

KOMENTAR