Mercedes-Benz Uji Coba Crossover SUV Terbaru di Jalan Bersalju

Riyandy Aristyo · Rabu, 10 Januari 2018 - 13:47 WIB

Uji coba Mercedez-Benz tipe baru. (Foto: carscoops)

STUTTGART, iNews.id - Mercedes-Benz tampaknya ingin mengambil semua segmentasi pasar otomotif yang ada. Saat ini, mereka tengah menyiapkan sebuah SUV yang baru-baru ini tertangkap kamera setara dengan B-Class. Mobil itu adalah Mercedez-Benz tipe GLB-Class.

Dilansir dari Motor1, Rabu (10/1/2018), dari beberapa foto yang bermunculan di media-media otomotif, mobil itu mulai diujicoba di jalan bersalju. Sebelumnya pernah tampil dalam wujud GLA-Class yang dimodifikasi. Kini, sosoknya benar-benar lahir sebagai mobil baru, meski masih ditutupi oleh "coretan-coretan".

Dilihat dari dimensinya, terlihat lebih kecil dibandingkan dengan Mercedes GLC. Diperkirakan GLB akan menggunakan sasis berbasis MFA2 yang merupakan pengembangan dari sasis MFA (Modular Front-wheel-drive Architechture) yang ada saat ini. GLB akan menempatkan posisi di antara GLA dan GLC.

Tidak seperti GLA, GLB sepertinya terlihat lebih maskulin karena menganut gaya off-road, bisa dibilang mini off-road, dan sebagai mobil keluarga walaupun masih memiliki basis yang sama. Artinya, Mercedes menginginkan GLA tetap pada pakemnya sebagai mobil yang berkarakter crossover fashionable, tidak seperti calon keluarga barunya yang bakal lebih maskulin.

Kemungkinan besar GLB akan diluncurkan secara resmi akhir 2017 sebagai sebuah model 2018. Mobil ini merupakan varian pertama Mercedes-Benz yang menggunakan paltform MFA2 pertama. Mirip GLA, mobil ini digadang-gadang akan berhadapan langsung melawan BMW X1 dan Audi Q3. Sedangkan varian AMG-nya diperkirakan hadir awal tahun 2018.

Pihak Mercedes-Benz masih menutup mulut tentang spesifikasi dari armada teranyarnya ini. Namun, interiornya akan memiliki beberapa fitur-fitur teknologi canggih dan kemewahan ala kendaraan zaman sekarang. Selain itu, dapur pacunya juga masih belum diketahui secara rinci. Sangat misterius memang, tapi patut ditunggu kehadirannya beberapa tahun ke depan.


Editor : Tuty Ocktaviany

KOMENTAR