Pajak Mobil Naik, Pasar Mobil di China Melorot

Dani M Dahwilani · Jumat, 12 Januari 2018 - 05:21 WIB

Pajak kendaraan tipe kecil dinaikkan, produsen mobil di China mengalami masa suram dengan pertumbuhan terlemah dalam dua dekade.

BEIJING, iNews.id - Produsen mobil di China mengalami masa suram dengan pertumbuhan terlemah dalam dua dekade. Pemberlakuan insentif pajak untuk kendaraan bermesin kecil memperburuk pasar mobil terbesar di dunia tersebut.

Dilansir dari Autopro, Jumat (12/1/2018), China telah menaikkan tarif kendaraan bermotor tipe kecil dan telah menghasilkan "konsekuensi" lebih besar dari perkiraan. Asosiasi Produsen Mobil memperkirakan konsumsi pada 2017 tumbuh sekitar 3,5 persen, namun target tersebut meleset. Angka tahun ini diperkirakan hanya 3 persen.

Dampak dari pengurangan insentif pajak tercermin pada beberapa merek kendaraan global. GM melaporkan penjualan hanya tumbuh 4,4 persen pada 2017, lebih kecil dari pertumbuhan tahun sebelumnya 7,7 persen. Ford Country mengalami penurunan 6 persen setelah tumbuh 11,9 persen pada 2016.

Pada 2015, China memperkenalkan insentif pajak untuk beberapa model kendaraan guna meningkatkan konsumsi ekonomi. Namun sejak awal tahun lalu, Beijing telah mulai menaikkan tarif pajak kendaraan di bawah 1.6 L dari 5 persen menjadi 7,5 persen. Angka tersebut diperkirakan akan meningkat sebesar 10 persen tahun ini.

Itu berarti bahwa persaingan di Negeri Panda akan semakin sengit, mengharuskan produsen bereaksi lebih cepat terhadap perubahan permintaan pelanggan. Para analis mengatakan, hal ini juga menjadi sesuatu yang bisa dipegang beberapa produsen mobil lokal dan merek Jepang.

Selain kenaikan pajak, ada juga tantangan terkait kuota produksi sekaligus konsumsi kendaraan energi baru yang diinginkan Beijing agar diadopsi pada 2019.


Editor : Dani Dahwilani

KOMENTAR