Pilih Skuter Matik atau Bebek, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Riyandy Aristyo · Sabtu, 13 Januari 2018 - 06:28 WIB

Apa yang membuat orang lebih memilih motor matik dibanding motor bebek? Begitu juga sebaliknya, apa yang membuat orang masih setia dengan motor bebek? (Foto: Istimewa)

DEPOK, iNews.id - Walau pemerintah mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi massal, namun pelayanan dan fasilitas yang belum memadai membuat sebagian orang lebih memilih kendaraan pribadi. Apalagi mereka yang tinggal disudut-sudut kota atau pinggiran Jakarta yang tak terjangkau angkutan umum, moda transportasi personal seperti kendaraan roda dua menjadi solusi.

Produsen sepeda motor memandang itu sebagai peluang. Mereka pun berlomba-lomba memproduksi sepeda motor yang nyaman digunakan, praktis dan pastinya murah.

"Pilihan motor yang paling populer bagi masyarakat Indonesia adalah motor semi-matik alias bebek dan skuter matik. Lihat saja, dua jenis motor ini merajai jalanan dan tempat-tempat parkir jauh dibanding motor sport atau motor kopling," ujar Harsono Budiman, kepala Dealer Yamaha Pesona Motor Depok saat berbincang dengan iNews.id.

Lantas, apa yang membuat orang lebih memilih motor matik dibanding motor bebek? Begitu juga sebaliknya, apa yang membuat orang masih setia dengan motor semi-matik? Padahal motor matik, model dan variannya makin menarik.

Dari sisi tertentu, motor bebek lebih tangguh dibandingkan dengan skuter matik. Ini terbukti motor tersebut jarang memiliki masalah-masalah, seperti yang dialami matik. Misalnya, macet setelah terkena hujan karena mesin dingin atau busi bermasalah.

"Motor bebek tidak rewel dalam perawatan. Bisa dibilang, jika terlambat servis satu bulan saja, motor masih bisa dikendarai dengan baik," kata Harsono.

Di samping itu, harga motor manual lebih murah dan memiliki akselerasi sangat baik. Saat start juga lebih reponsif. Jika dibandingkan matik, ketika awal start membutuhkan waktu lebih lama dan tarikan gas yang dalam.

"Di sini, Anda bisa memilih motor sesuai budget. Sekalipun yang Anda pilih motor seken atau bekas, maka motor bebek jauh lebih rendah harganya dibanding motor matik," ujarnya.

Selain itu, onderdil motor bebek mudah ditemukan dan murah. Tapi, kekurangannya adalah motor ini lebih susah untuk belajar karena harus memindahkan gigi. Perpindahan gigi harus selaras dengan tarikan gas.

"Ketika sudah lama dikendarai, motor bebek cenderung tidak bisa sekencang motor matic. Ditanjakan pun motor semi matik lebih kesusahan," kata Harsono.

Sementara skuter matik, pengendara hanya perlu gas. Rem terletak di kedua tangan, yaitu stang kiri dan kanan. Kaki pun tidak mudah capek harus memindah gigi dan menginjak rem, sehingga jauh lebih praktis.

"Jika Anda biasa dengan transmisi manual sudah pasti akan bisa mengendarai motor matik. Bentuknya yang modern cocok untuk wanita juga. Terkadang, wanita lebih tertarik dengan desain yang keren ketimbang memperhatikan kualitas mesin dan sebagainya," jelas Harsono.

Di sisi lain, kekurangan matic adalah lebih boros dibandingkan dengan motor bebek biasa. "Jika ada onderdil atau spare part yang harus diperbaiki atau servis rutin, motor matik lebih merepotkan karena harus membongkar motor," paparnya.

Jadi, mana yang lebih nyaman dan sesuai dengan Anda, matik atau bebek? Kini, tergantung pada selera Anda.


Editor : Tuty Ocktaviany

KOMENTAR