Pilih Velg Jari-Jari atau Racing, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Riyandy Aristyo · Selasa, 09 Januari 2018 - 06:31 WIB

Dibanding velg racing, velg jari-jari diyakini memiliki kelenturan saat berhadapan dengan jalanan off-road sehingga mampu mengurangi getaran pada roda. (Foto: Istimewa)

BOGOR, iNews.id - Banyak orang yang mengira velg racing (velg palang atau bintang) lebih kuat, sporty dan gaya. Namun nyatanya tak semua orang menyukai velg jenis tersebut.

Di antara mereka malah lebih menyukai velg jari-jari yang lebih klasik untuk motor kesayangannya. Lalu apa kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis velg ini?

Arie Kurniawan, ketua komunitas motor Bogor Independen Club menuturkan, saat ini tren sepeda motor mengarah pada velg racing. Hal tersebut membuat kangen para penikmat motor dengan velg jari-jari yang saat ini semakin sedikit.

"Velg jari-jari memiliki tingkat kekuatan dan kelenturan yang lebih baik dibandingkan dengan velg racing. Tentunya bukan tanpa sebab, untuk motor adventure produksi terbaru lebih menggunakan velg jari-jari daripada velg racing," ujar Arie, saat ditemui di kawasan Padjajaran, Bogor.

Perlu diketahui, velg jari-jari menggunakan bahan besi yang dilapisi krom pada bagian luar. Selain kuat, velg jari-jari diyakini memiliki kelenturan saat berhadapan dengan jalanan off-road sehingga mampu mengurangi getaran pada roda. Pantas saja bila motocross menggunakan velg jari-jari.

"Selain bahan baku, velg jari-jari juga lebih murah kok dibanding velg racing. Di samping itu, velg ini juga banyak digunakan oleh orang-orang yang ingin memodifikasi motornya dengan gaya retro atau klasik," jelasnya.

Velg Racing
Kelebihan lainnya, lanjut Arie, ada pada sektor beban. Bagi penikmat velg jari-jari, banyak yang mengungkapkan kalau velg tersebut memiliki beban yang lebih ringan dibandingkan velg racing. Hal ini sangat mempengaruhi kinerja motor dari segi kecepatan.

Selain itu, perawatan saat mengalami kerusakan semisal penyok, bisa diperbaiki dengan mudah daripada velg racing yang harus dilas atau jika rusak parah harus diganti.

Namun, kata Arie, velg jari-jari juga punya kelemahan. Karena menggunakan material besi, velg ini mudah berkarat. Penyebabnya banyak, bisa karena terciprat genangan air di jalan, terkena guyuran hujan, atau faktor usia. Hal ini diperparah apabila bagian jari-jari tidak dilap secara sempurna setelah dicuci.

"Untuk perawatan, velg jari-jari susah dibersihkan karena strukturnya lebih rumit. Perlu ketelatenan dalam merawatnya," ujar Arie.

Dia mengingatkan, velg jari-jari tidak diperuntukkan untuk ban motor bertipe tubeles, karena bagian penyokong jeruji velg jari-jari terdapat lubang-lubang udara yang sangat kecil, sehingga jika menggunakan ban tubeless, udara pasti langsung keluar melewati daerah tersebut.


Editor : Dani Dahwilani

KOMENTAR