5 Pesepakbola yang Terjun ke Politik, Tiga Jebolan AC Milan

Haryo Jati Waseso · Kamis, 08 Februari 2018 - 14:16 WIB

George Weah terpilih sebagai Presiden Liberia (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Saat ini politik menjadi daya tarik tersendiri bagi para pensiunan pemain sepak bola. Sejumlah eks pemain pun akhirnya banyak yang menjadi politisi, bahkan menempati posisi strategis di pemerintahan.

Bahkan yang teranyar ada pemain sepak bola yang kemudian menjadi Presiden di negaranya. iNews.id mencoba merangkum lima pemain terkenal dunia, yang kemudian memilih jalur politik, sebagai jalan hidupnya.

Inilah kelima mantan pemain tersebut.

George Weah



George Weah dikenal sebagai penyerang berbahaya ketika membela AS Monaco, Paris Saint-Germain dan AC Milan. Dia pun pernah terpilih sebagai pemain terbaik Dunia pada tahun 1995, dan menjadi satu-satunya pemain Afrika yang bisa menyabet gelar tersebut.

Setelah pensiun, Weah beralih ke dunia politik. Puncaknya, pria 51 tahun tersebut terpilih sebagai Presiden Liberia, pada akhir tahun lalu. Dia mendapatkan perolehan suara 61,5 persen pada pemilihan umum, dan menjadi suksesor Ellen Johnson Sirleaf.

Andriy Shevchenko



Pria ini merupakan penyerang andalan AC Milan dan tim nasional (timnas) Ukraina. Pria yang akrab disapa Sheva itu pernah memberikan Milan gelar Serie A dan juga Liga Champions. Tercatat 175 gol dari 322 laga telah dibukukannya dengan I Rossoneri dan kini menjadi pelatih timnas Ukraina.

Namun, panggung politik sempat menjadi pilihannya setelah pensiun. Shevchenko menjadi kader dari partai Ukraine-Forward!. Sayangnya, pada pemilihan umum 2012 di Ukraina, partainya hanya mendapat suara 1,58 % sehingga gagal menempatkan wakil di parlemen.

Khaka Kaladze



Semasa masih bermain, Khaka Kaladze merupakan bek yang sulit ditembus penyerang lawan. Apalagi, sebagai pemain bertahan Kaladze mampu scara mengejutkan mencetak gol. Ketangguhannya pun berlanjut setelah dia memutuskan pensiun.

Kaladze cukup sukses di dunia politik negaranya Georgia. Bahkan mantan pemain Dinamo Kiev, itu terpilih sebagai Menteri Energi pada kabinet Bidzina Ivanishvili. Setelah mengundurkan diri dari jabatan menteri, kini Kaladze menjadi wali kota Tbilisi sejak November 2017.

Marc Wilmots



Marc Wilmots merupakan playmaker kreatif yang pernah memperkuat Schalke 04, dan Bordeaux pada era 1990-an dan awal 2000-an. Pria 48 tahun ini juga berandil membuat tim nasional (timnas) Belgia sebagai tim yang ditakuti, saat masih dilatih olehnya.

Namun, ternyata Wilmots sempat terjun ke dunia politik ketika baru pensiun sebagai pemain. Dia sempat terpilih sebagai senator dari partai Reformis Movement pada pemilihan umum federal 2003. Namun, karir politiknya tak sukses dan mengundurkan diri pada 2005.

Roman Pavlyuchenko



Roman Pavlyuchenko menjadi pesepakbola yang berkarir di politik ketika masih bermain. Ketika masih berlaga di Tottenham Hotspur pada tahun 2008, penyerang berusia 36 tahun tersebut pernah terpilih sebagai deputi partai United Russia (partainya Vladimir Putin) di kota kelahirannya, Stavropol.

Ketika itu, Pavlyuchenko mendapat kursi di dewan regional, karena partainya memenangkan 63 persen pemilih di Rusia Selatan. Namun, hal itu sempat menjadi pergunjingan karena Pavlyuchenko akan lebih banyak menghabiskan waktunya di London, dibandingkan di Rusia.


Editor : Haryo Jati Waseso

KOMENTAR