Liga Champions

Allegri: Saya Tak Perintahkan Tim Main Bertahan Lawan Tottenham

Abdul Haris · Rabu, 14 Februari 2018 - 08:24 WIB

Massimiliano Allegri (Foto: Marco BERTORELLO / AFP)

TURIN, iNews.id – Pelatih Juventus Massimiliano Allegri kesal karena dianggap menerapkan strategi bertahan yang membuat timnya imbang 2-2 saat menjamu Tottenham Hotspur pada leg pertama 16 besar Liga Champions di Allianz Stadium, Rabu (14/2/2018) dini hari WIB.

Pantas kalau sang bos sakit hati karena timnya unggul dua gol lebih dulu dalam tempo sembilan menit melalui dua gol Gonzalo Higuain (menit ke-2, dan 9). Namun, gol Harry Kane (35), dan Christian Eriksen (71) melalui tendangan bebas membatalkan semuanya.  Terlebih, Higuain gagal memaksimalkan penalti kedua yang didapat Juve pada akhir babak pertama.

“Sepak bola itu aneh. Anda bisa pergi dari kemungkinan 3-0 menjadi 2-1, kemungkinan 3-1 menjadi 2-2. Saya pikir kami semua tahu betapa sulitnya ini. Hasil ini membuat pertandingan kedua di London bakal seperti final,” Allegri memaparkan.  

 

BACA JUGA:

Pochettino: Tottenham Lebih Layak Menang Atas Juventus

Hasil Liga Champions: Sempat Unggul, Juventus Ditahan Tottenham



Pertanyaan terfokus kini adalah apa yang salah dari Juve sehingga tertekan dalam laga tersebut. Beruntung kiper Juve Gianluigi Buffon tampil apik dengan menyelamatkan beberapa usaha lawan, termasuk saat memblok tandukan Kane di babak pertama.

“Selain penyelamatan Buffon terhadap usaha Kane, Tottenham tak banyak mendapat kesempatan emas. Di babak kedua kami mengubah beberapa hal, dan main lebih baik. Kami kebobolan gol pertama karena celah di pertahanan, gol kedua karena tendangan bebas,” ucap Allegri kepada Mediaset Premium.

“Sepak bola memberi dan dibutuhkan, tapi saya rasa tidak perlu tertekan. Jika beberapa orang berpikir Juve bisa menang 4-0, mereka keluar batas. Menembus dua final dalam tiga tahun itu merusak beberapa orang,” tuturnya.

Namun, yang paling memicu kritik para fans adalah fakta bahwa Si Nyonya Tua hanya mampu menguasai bola 37 persen. Padahal mereka main di depan publik sendiri. Allegri dianggap terlalu menarik para pemainnya ke belakang pertahanan.

“Saya tak perintahkan tim main bertahan lebih ke dalam, semua karena kami dipaksa mundur oleh Tottenham. Setelah 25 menit ketika mereka terus menekan kami, kami tak bisa keluar lagi,” kata Allegri.

“Liga Champions adalah mimpi dan tujuan, tapi menang itu tidak mudah. Saya pikir orang telah kehilangan beberapa objektivitas di sini. Juve bermain untuk menang, tapi mereka bukan favorit. Anda tidak bisa mencapai final setiap tahun,” nakhoda asal Italia itu menjelaskan.  


Editor : Abdul Haris

KOMENTAR