CdM Minta Media Bantu Popularkan Para Atlet Asian Games 2018

Reynaldi Hermawan · Jumat, 12 Januari 2018 - 16:08 WIB

Chief de Mission Asian Games 2018 Komjen Pol. Syafrudin (kiri) bersama Menpora Imam Nahrawi usai Rapat Koordinasi Persiapan Asian Games di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (kemenpora), Senayan, Jumat (12/1/2018). (Foto: iNews.id/Reynaldi Hermawan(

JAKARTA, iNews.id – Chief de Mission (CdM) alias Ketua Kontingen Indonesia pada Asian Games 2018, Komjen Pol. Syafrudin meminta bantuan media untuk mempublikasi para atlet yang akan berlaga di Asian Games 2018. Komentar tersebut mencuat saat di wawancarai iNews.id usai Rapat Koordinasi Persiapan Asian Games di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (kemenpora), Senayan, Jumat (12/1/2018).

Menurutnya, saat ini opini yang beredar di masyarakat tentang Asian Games 2018 masih relatif kecil. Hal tersebut bisa dikatakan cukup miris mengingat gelaran turnamen terbesar di Asia itu akan segera terselenggara enam bulan lagi.

“Setiap diwawancara saya tidak pernah berbicara mengenai hal teknis. Mengapa? Karena opini publik yang beredar di masyarakat mengenai kejuaraan ini masih 20 persen. Kasus phedopil masih lebih tinggi ratingnya dari Asian Games,” kata Syafrudin.

“Untuk itu saya meminta bantuan kepada media untuk menggaungkan nama-nama atlet kita agar kompetisi ini bisa menjadi besar di negara sendiri,” tutur pria yang juga menjabat Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia itu.

Pria kelahiran Ujung Pandang, Sulawesi itu sungguh menyayangkan apabila masyarakat masih minim pengetahuan tentang Asian Games. Padahal, sebelumnya Indonesia pernah berjaya di turnamen tersebut ketika menjadi tuan rumah pada tahun 1962.

Ya, pada tahun tersebut turnamen empat tahunan itu digelar di Jakarta dan kontingen Merah Putih berhasil meraih 77 medali yang meliputi 21 emas, 26 perak, dan 30 perunggu. Torehan tersebut membuat Indonesia menjadi peraih medali terbanyak kedua di bawah Jepang yang berhasil merengkuh 161 medali.

“Ada tiga momentum yang membuat Indonesia dikenal di dunia. Pertama ketika negara kita menyatakan proklamasi, kedua saat diadakan konferensi Asia Afrika, dan yang terakhir saat berhasil menjadi runner-up Asian Games 1962,” Syafrudin menambahkan.

Syarifudin pun mengungkapkan alasannya kenapa memperkenalkan para atlet begitu penting untuk dilakukan. “Jika masyarakat mengenal para atlet, secara otomatis akan menimbulkan rasa antusiasme dari dalam diri mereka. Dengan sendirinya mereka akan memberikan dukungan penuh pada para atlet, dan itu bagus untuk meningkatkan motivasi bermain,” ujarnya.

“Ada dua cara untuk membuat bendera Merah Putih berkibar. Satu saat presiden berkunjung ke negara lain. Dan kedua ketika atlet kita memenangkan kejuaraan,” Syafrudin mengakhiri komentarnya dengan sebuah kata-kata mutiara.


Editor : Abdul Haris

KOMENTAR