Final Piala Presiden 2018, Polri Berikan Pengamanan Berlapis

Reynaldi Hermawan · Kamis, 15 Februari 2018 - 21:31 WIB

Kapolri Tito Karnavian (tengah kiri) dan Ketua Steering Committe Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait pada jumpa pers di Hotel Sultan, Kamis (15/2/2018). (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian akan memberikan pengamanan ekstra ketat pada laga final Piala Presiden 2018. Pada partai puncak kompetisi pramusim itu, Persija Jakarta akan berhadapan dengan Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (17/2/2018) malam.

Beberapa jam sebelum laga final, akan berlangsung pula pertandingan perebutan juara ketiga antara Sriwijaya FC kontra PSMS Medan. Secara sistematis akan ada empat suporter dari kubu berbeda yang akan memadati stadion kebanggan masyarakat Indonesia itu.

So, wajar rasanya kalau Tito beserta jajarannya akan memberikan pengamanan kelas wahid agar laga nanti berjalan dengan tertib dan aman. "Pihak kami akan mengadakan segala bentuk pemeriksaan dalam tiga ring (tempat), yang pertama tentunya di jalan sebelum masuk ke stadion. Kemudian di luar stadion, dan yang terakhir di jalan menuju ke dalam lapangan," kata Tito pada konferensi pers yang diadakan di Hotel Sultan, Senayan, Kamis (15/2/2018) sore.

"Kami juga akan melakukan pemeriksaan kepada para suporter. Bagi mereka yang membawa barang-barang seperti senjata tajam, senjata api, kembang api atau flare akan segera kami tindak," tutur Tito dengan nada tegas.

Berbicara masalah keamanan, memang menjadi tanggung jawab bersama. Untuk itu, Tito juga mengimbau kepada para suporter seluruh tim agar bisa bersikap tertib. "Kami tentunya akan bersikap humanis kepada para suporter. Untuk itu, saya berharap kepada para koordinator penonton agar menjaga teman-temannya untuk taat pada peraturan," ujarnya.

Tak hanya Kapolri, Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden Maurarar Sirait yang juga hadir pada acara tersebut, mengimbau para suporter untuk bersikap kooperatif terhadap regulasi yang ada. Dia tak ingin kompetisi ini tercoreng akibat ulah anarkisme para penonton.

"Kita ambil contoh Persib Bandung kalah dari PSM pada laga pamungkas grup A di depan pendukung sendiri, mereka tidak menunjukan anarkisme. Bonek Mania yang datang demi Persebaya dan melihat tim kesayangannya kalah pun tidak bersikap rusuh. Untuk itu, saya berharap pada laga final juga terdapat situasi aman seperti itu," kata pria yang akrab disapa Ara itu.

"Saya rasa, para suporter saat ini pun sudah dewasa. Jika kalah ya latihan, pilih pemain bagus, pilih pelatih bagus bukannya berkelahi. Kesadaran itu saya rasa sudah ada dalam masyarakat sepak bola Indonesia," kata Ara mengakhiri komentarnya.


Editor : Haryo Jati Waseso

KOMENTAR