Kalahkan Wembley, Pencahayaan SUGBK Saingi San Siro

Haryo Jati Waseso · Sabtu, 13 Januari 2018 - 17:25 WIB

Stadion Gelora Bung Karno. (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akhirnya dinyatakan rampung, setelah dikerjakan selama nyaris 1,5 tahun. SUGBK pun akan menjadi stadion paling terang di Asia, setidaknya hingga tahun 2020.

Renovasi stadion  kebanggaan masyarakat Indonesia itu dilakukan sebagai bentuk persiapan untuk Asian Games 2018, yang akan dimulai pada 18 Agustus mendatang. SUGBK akan digunakan sebagai venue untuk pembukaan dan penutupan pesta olahraga seluruh Asia tersebut.

Pencahayaan akan menjadi salah satu daya tarik SUGBK, karena akan diterangi dengan lampu seterang 3.500 lux baik di lapangan dan di area tribun. Pencahayaan SUGBK pun lebih baik dari Stadion Wembley yang memiliki terang 3000 lux.

Sedangkan kandang AC Milan, Stadion San Siro memiliki penerangan mencapai 3600 lux, atau berbeda sedikit dari SUGBK. Stadion dengan penerangan paling besar adalah Corinthians Arena dengan 5000 lux.

Pencahayaan SUGBK akan diisi oleh 610 unit lampu LED low watt yang akan digunakan, dengan kekuatan 671 kw. Dengan begitu, konsumsi listrik akan lebih hemat 50 persen dibandingkan dengan lampu konvensional.

Saat ini SUGBK memiliki konsep sebagai modern living Stadium, dan dana sebesar Rp769, 68 miliar telah dikeluarkan untuk renovasi ini. Pengerjaan pun dimulai dari Agustus 2016, dan selesai pada Desember 2017.

Salah satu yang diubah adalah kapasitas penonton. Sebelumnya, SUGBK memiliki kapasitas 100 ribu penonton duduk, namun setelah direnovasi saat ini mereka hanya bisa menampung 76.152 penonton.

Kursi yang disiapkan adalah single seat dan lipat bernomor. Untuk VVIP disiapkan 221 kursi, VIP ada 1.705 kursi, sedangkan untuk penonton difabel dipersiapkan 132 kursi. Kursi-kursi tersebut terbuat dari bahan fiber dan juga tahan api.

Selain itu SUGBK juga disertai fasilitas pendukung, seperti museum olahraga, kedai kopi, toko olahraga, arena parkir, gedung parkir, restoran, taman, musala dan juga toilet di setiap lantai.

SUGBK juga akan dilengkapi akses transportasi massal, yang akan memudahkan para pengunjung mendatangi lokasi venue. Jika menggunakan Commuter Line, Stasiun Palmerah bisa menjadi akses terdekat, dan dengan Transjakarta, Halte Gelora Bung Karno dan Halte Bundaran Senayan menjadi akses terdekat.

Sedangkan, bila menggunakan LRT, maka Stasiun Senayan bisa menjadi pemberhentian. Untuk MRT, Stasiun Istora akan menjadi pilihan yang tepat untuk turun menuju venue.

Dengan sejumlah perubahan yang positif dari SUGBK, maka diharapkan bisa memacu para atlet Indonesia untuk berprestasi. Dengan 119 delegasi dari 44 cabang olahraga, Indonesia diharapkan masuk 10 besar.

Di lima Asian Games terakhir, prestasi tersebut  tak  pernah dicapai para pahlawan olahraga Tanah Air. Prestasi terbaik pada lima Asian Games terakhir, yakni di   Bangkok 1998, dengan menempati posisi 11, lewat torehan 6 emas, 10 perak dan 11 perunggu.

SUGBK akan diresmikan pada Minggu (14/1/ 2018) oleh Presiden Joko Widodo, sebelum pertandingan uji coba antara tim nasional (timnas) Indonesia menghadapi timnas Islandia dimulai.


Editor : Masirom Masirom

KOMENTAR