Kongres PSSI 2018

Kongres Luar Biasa Rampung, PSSI Perkuat Badan Hukum Klub

Reynaldi Hermawan · Sabtu, 13 Januari 2018 - 16:54 WIB

Suasana Kongres PSSI 2018 di ICE BSD, Sabtu (13/1/2018).

JAKARTA, iNews.id ­ - Kongres Luar Biasa Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah mencapai tahap ketuk palu. Terdapat beberapa keputusan penting dalam diskusi yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Sabtu (13/1/2018).

Kongres yang dimulai pukul 11.00 WIB itu menghasilkan beberapa amandemen, diantaranya mengenai tindakan preventif PSSI untuk mencegah terjadinya dualisme di klub­-klub tanah air.

Diskusi tersebut dihadiri 93 dari 106 voters yang diundang, yakni dari Liga 1, Divisi Utama, Divisi 1 dan Liga Nusantara, Asprov dan juga Federasi Futsal Indonesia serta perwakilan sepak bola wanita.

Berikut hasil dari Kongres Luar Biasa PSSI 2018:

1.Hierarki Organisasi
Dalam statuta PSSI ini ditambahkan klausul baru soal Askab dan Asprov. Itu tercermin di pasal 2 a.

2. Badan Hukum Klub
Klub harus terkoneksi dengan badan hukum yang teregistrasi di PSSI. Untuk menghindari dualisme klub-klub atau anggota PSSI.

3. Pengembangan Sepak Bola
Tidak boleh berhenti sampai di level Asprov dan klub. PSSI menambahkan 1 pasal melalui lembaga terafiliasi. Lembaga tersebut teregistrasi meski statusnya bukan anggota.

4. Voter
Struktur voter refleksi dengan jalannya kompetisi, 18 klub dari Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, 8 liga 4, dan 34 Asprov, serta asosiasi futsal, women, pelatih, dan wasit. Untuk pemain, tidak menjadi anggota PSSI. PSSI menginduk bagaimana hubungan FIFA dengan pemain (FIFPro). Untuk itu, asosiasi pemain berinteraksi dengan PSSI dalam platform MoU (Memorandum of Understanding).

5. Komite Tetap
Diubah dari 17 Komite Tetap menjadi 12 komite, sesuai pasal 43.


Editor : Haryo Jati Waseso

KOMENTAR