Mantan Asisten Rahmad Darmawan Latih Timnas Wanita

Haryo Jati Waseso · Rabu, 14 Februari 2018 - 20:01 WIB

Pelatih timnas wanita Indonesia Satia Bagdja (kiri). (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Akhirnya siapa yang akan menjadi pelatih tim nasional (timnas) wanita meneruskan kerja Rully Nere, sudah terjawab. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya menunjuk Satia Bagdja untuk menangani Christina Kaisiri dkk.

Satia Bagdja akan didampingi Alex, sebagai asisten pelatih dan Beny Van Breukelen yang menjadi asisten pelatih. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha mengungkapkan penunjukkan pelatih 57 tahun tersebut.

“Satia Bagdja kami pilih, karena beliau berpengalaman menjadi pelatih dan juga instruktur. Kami berharap tim sepak bola wanita Indonesia bisa tampil kompetitif di ajang Piala AFF maupun Asian Games 2018,” ujarnya di situs resmi PSSI.

Satia pun mengungkapkan bahwa dirinya sudah menerima surat keputusan pengangkatan sebagai pelatih timnas wanita. Dia mengungkapkan, dirinya sempat dipanggil oleh PSSI bersama dengan Jan Saragih, serta Rully Nere.

“Sebelumnya pada Januari lalu, saya bersama coach Rully Nere dan coach Jan Saragih, dipanggul PSSI untuk memberikan presentasi terkait timnas wanita di tahun 2018. Saat ini, saya masih menunggu panggilan lagi dari PSSI untuk memberikan program timnas wanita,” tuturnya.

Satia sebelumnya dikenal sebagai tangan kanan Rahmad Darmawan (RD). Pelatih yang mengantongi lisensi pelatih A AFC tersebut, merupakan asisten RD sejak di Persikota Tangerang dan terakhir kala menangani tim Malaysia T-Team.

Keduanya berpisah, ketika RD memutuskan untuk menangani Sriwijaya FC. Well, tugas berat dipastikan sudah berada di depan Satia. Pasalnya, beberapa tahun belakangan performa timnas putri kurang memuaskan.

Apalagi, berlaga di Asian Games 2018 akan menjadi yang pertama bagi Putri Garuda, bertanding di pesta olahraga seluruh Asia tersebut. Selain itu, timnas wanita juga akan melakoni Piala AFF, Juni mendatang.

Posisi terbaik mereka di ajang tersebut adalah ketika menduduki posisi keempat gelaran tahun 2004. Sedangkan pada gelaran berikutnya, timnas wanita harus puas hanya sampai fase grup saja.


Editor : Haryo Jati Waseso

KOMENTAR