Pajak di Spanyol Bikin Bintang Sepak Bola Gerah, Ini Sejarahnya

Abdul Haris · Rabu, 07 Februari 2018 - 22:05 WIB

Lionel Messi dan ayahnya pernah terjerat kasus pajak di Spanyol. (Foto: nytimes.com)

MADRID, iNews.id – Pajak di Spanyol memang sering bikin para olahragawan panas dingin. Terakhir, Alexis Sanchez terganjal kasus pajak dan divonis bersalah oleh pengadilan negeri itu karena melakukan penggelapan pajak senilai 1 juta euro (Rp16,7 miliar) dari 2012 sampai 2013 saat dia masih bermain untuk Barcelona.

Alhasil, bintang 29 tahun itu divonis 16 bulan penjara. Kemudian, dia mencapai kesepakatan dengan Kantor Jaksa Agung dan Kejaksaan Agung Spanyol untuk membayar semua pajak terutang itu, plus hukuman 16 bulan, walau tak harus mendekam di penjara. 

Dalam peraturan Spanyol, pajak akan dibebankan kepada semua penduduk Spanyol dengan usia yang sudah ditentukan. Selain warga lokal, pajak juga dikenakan untuk warga negara asing (WNA) yang tinggal lebih dari 183 hari di negara tersebut. Jumlah yang mereka harus bayarkan bisa bervariasi antara 24% hingga 45% dari pendapatan mereka di sana, tergantung tempat tinggal sang wajib pajak.

 

BACA JUGA: Gelapkan Pajak, Alexis Sanchez Divonis 16 Bulan Penjara



Peraturan itu sempat tak berlaku saat muncul Beckham Law yang dimulai dengan kedatangan David Beckham ke Spanyol pada 2003 lalu. Dalam peraturan itu, jika seorang WNA memilih menjadi penduduk Spanyol, maka dia dibebankan pajak sama seperti halnya warga lokal, yakni progresif mulai dari 24% hingga 43%.

Tapi, jika yang bersangkutan memilih pajak sebagai WNA, maka akan diwajibkan membayar pajak pendapatan dan aset hanya 25% dari pendapatannya. Hukum ini dibuat untuk menarik WNA datang dan mencari nafkah di Spanyol.

Namun, pada 2010 peraturan itu dicabut akibat krisis moneter yang melanda dunia. Setelah itu, siapa pun yang menetap di Spanyol dan mendapatkan penghasilan lebih dari 600 ribu euro per tahun wajib membayar pajak hingga 43%. Sementara yang gajinya di bawah itu hanya membayar 25%.

Sontak, perubahan peraturan itu menjerat banyak pesepak bola yang mengadu nasib di negeri yang dipimpin Raja Felipe VI itu. Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, bersama ayahnya, Jorge Messi, juga pernah dipusingkan dengan masalah ini.


Editor : Abdul Haris

KOMENTAR