Sebelum Alexis Sanchez, Ini Bintang Olahraga yang Tersandung Pajak

Abdul Haris · Kamis, 08 Februari 2018 - 06:11 WIB

(Kiri ke kanan) Alexis Sanchez, Lionel Messi, dan Cristiano Ronaldo, masuk barisan atlet yang tersandung kasus pajak.

MADRID, iNews.id – Dunia olahraga yang menjunjung tinggi fair play, sering tercoreng dengan kasus pajak yang dialami para pelakunya. Besarnya pendapatan olahragawan dari gaji, kontrak sponsor serta hak citranya, membuat mereka jadi sasaran empuk dinas pajak setempat. Seperti yang dialami bintang anyar Manchester United Alexis Sanchez

Striker asal Cile itu divonis bersalah oleh pengadilan Spanyol karena melakukan penipuan pajak senilai 1 juta euro (Rp16,7 miliar) dari 2012 sampai 2013 saat dia masih bermain untuk Barcelona. Dalam periode itu dia menggunakan jasa perusahaan di Malta untuk mangkir dari pajak yang seharusnya dia bayar atas hak citra yang dia dapat.

Atas pelanggaran tersebut, Sanchez divonis 16 bulan penjara. Kemudian, dia mencapai kesepakatan dengan Kantor Jaksa Agung dan Kejaksaan Agung Spanyol untuk membayar semua pajak terutang itu, plus hukuman 16 bulan.

Namun, dia tak harus masuk penjara, sebab undang-undang di Spanyol menegaskan hanya hukuman lebih dari 24 bulan yang harus membuat terpidana menjalani kehidupan di penjara, kecuali dia mengulangi kesalahan serupa dalam tempo dua tahun.

Pesepak bola 29 tahun itu bukan bintang olahraga pertama yang tersandung kasus pajak. Banyak pesohor-pesohor lapangan yang juga harus berurusan dengan dinas pajak. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya dari daftar yang berhasil dirangkum iNews.id.


Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo (Foto: the42.ie)


Superstar milik Real Madrid itu sempat uring-uringan karena dituding menggelapkan pajak senilai 14,7 juta euro (Rp 245,8 miliar). Dia dituding menghindari empat kewajiban pajaknya dari  pemasukan hak citranya pada 2011 sampai 2014. Jika terbukti bersalah, maka Ronaldo terancam hukuman penjara lima tahun.

Penuntut umum Spanyol mengklaim bahwa pemain berjuluk CR7 itu membentuk perusahaan fiktif di Kepulauan Virgin untuk mengaburkan pemasukan hak citranya dari otoritas pajak Spanyol.

Saking kesalnya, pemain terbaik dunia itu pernah mengancam akan meninggalkan sepak bola Spanyol. Dia mengaku kecewa dengan perlakuan yang didapatnya dari otoritas negara tempatnya mencari nafkah tersebut.


Lionel Messi

Lionel Messi (Foto: time.com)

 

Mesin gol berjuluk La Pulga itu dikejar-kejar kasus pajak terkait pendapatan hak citranya pada tahun 2007, 2008, dan 2009. Akibat ulahnya, Spanyol menderita kerugian 4,1 juta euro. Messi telah membantah dirinya sengaja menggelapkan pajak.

Saat mengikuti persidangan bulan Juni 2016, dia mengatakan dirinya terlalu sibuk bermain bola hingga tidak memperhatikan hal lain termasuk urusan pajak. Bahkan, dia sudah mengajukan banding ke Mahkamah Agung, namun ditolak.

Pada akhirnya, Messi divonis bersalah dan mendapat hukuman penjara 21 bulan plus denda 252 ribu euro (Rp4,2 miliar). Sedangkan sang ayah membayar 180 ribu euro (Rp3 miliar).

Namun, striker Argentina itu dan ayahnya tak perlu mendekam di balik jeruji besi. Pasalnya, dalam hukum di Spanyol, sanksi kurungan kurang dari dua tahun bisa melakoni hukuman percobaan asalkan yang bersangkutan sebelumnya tak punya catatan kriminal. 


Neymar Jr

Neymar Jr (Foto: jerseyfootballmag.com)

 

Superstar asal Brasil itu dihukum harus membayar denda senilai 45,9 juta euro (Rp766,8 miliar) oleh pengadilan di Spanyol pada 18 Maret 2016. Neymar terbukti bersalah karena tidak melaporkan penghasilannya atas kontraknya bersama Santos, Barcelona, dan Nike.

Pemain berusia 24 tahun itu terbukti membuat dokumen palsu untuk menghindari pembayaran pajak yang tinggi atas ketiga kontrak tersebut pada 2012 lalu.


Javier Mascherano

Pada 21 Januari 2017, sanksi satu tahun penjara dan denda senilai 815.000 euro (Rp13,6 miliar) harus diterima gelandang bertahan Barcelona itu karena terbukti bersalah menyembunyikan penghasilan dari hak citranya pada 2011 dan 2012.

Selain itu, pesepak bola asal Argentina itu juga wajib mengembalikan pajak yang dia gelapkan senilai 1,5 juta euro (Rp25 miliar). Namun, karena hukuman penjaranya kurang dari dua tahun, dia pun tak perlu mendekam di hotel prodeo itu.

 

BACA JUGA:

Gelapkan Pajak, Alexis Sanchez Divonis 16 Bulan Penjara

Pajak di Spanyol Bikin Bintang Sepak Bola Gerah, Ini Sejarahnya

 


Valentino Rossi

Mantan juara dunia MotoGP asal Italia itu sempat dikejar agensi pajak Pasaro agar membayar  membayar 120 juta euro (Rp2 triliun) karena mangkir dari kewajibannya membayar pajak selama 2000 hingga 2004.

Kala itu, Rossi yang menjadi salah satu atlet dengan pendapatan tertinggi di negaranya, justru mendaftarkan kekayaannya di Inggris, tapi menetap di Italia. Setahun berikutnya, dia hanya diminta membayar denda sebesar 43 juta euro (Rp718 miliar) oleh sang penuntut.


Boris Becker

Boris Becker (Foto: indianaexpress.com)

 

Terbukti menggelapkan pajak sebesar 1,7 juta euro (Rp28,3 miliar) pada 1991 hingga 1993, mantan bintang tenis asal Jerman itu dinyatakan bebas dari hukuman penjara, namun diwajibkan membayar denda senilai 375.000 euro (Rp6,2 miliar).

Vonis itu dijatuhkan karena Becker mengaku hidup di Monaco, padahal sebenarnya dia menetap di Munich pada periode tersebut.


Davor Suker

Mantan mesin gol tim nasional Kroasia itu dijerat denda 258.000 euro (Rp4,3 miliar) atas kesalahannya menghindari pajak atas hak citranya pada 1998 silam. Sanksi itu dijatuhkan saat dia masih aktif membela Real Madrid.


Romario Faria

Pada 2009, striker yang membawa Brasil juara Piala Dunia 1994 itu divonis penjara tiga tahun plus denda 800.000 euro (Rp13,3 miliar) karena terbukti menggelapkan pajak saat masih merumput bersama Flamengo pada musim 1996/1997.

Beruntung, vonis penjara itu diperingan menjadi pelayanan sosial karena hukumannya kurang dari empat tahun, dan itu juga kesalahan pertamanya.


Samuel Eto'o

Samuel Eto'o (Foto: cnn.com)

 

Bomber Kamerun itu dituduh tak membayarkan pajaknya senilai 3,5 juta euro (Rp58,4 miliar) karena memalsukan pendapatannya dari Barcelona, dan pembayaran hak citranya dari sponsor, pada periode 2006-2009. Atas kesalahannya itu, dia dituntut penjara lima tahun dan denda 21 juta euro (Rp350,8 miliar).


Luis Figo

Pengadilan Negeri Spanyol menuntut pesepak bola legendaris Portugal itu karena diduga mengemplang pajak saat masih membela Barcelona pada 1997-1999. Figo dijerat denda 2,4 juta euro (Rp40 miliar) yang harus dibayarnya karena bandingnya ditolak Mahkamah Agung Spanyol.


Diego Maradona

Diego Maradona (Foto: inspo.ie)

 

Pengadilan di Italia mendakwa mega bintang sepak bola Argentina itu karena terbukti tak pernah membayar pajak selama berkostum Napoli pada periode 1984 hingga 1991 silam.

Dia dituduh menggelapkan pajak senilai 39 juta euro (Rp651,4 miliar) atas pemasukannya dari sponsor. Atas perbuatannya itu, Maradona sempat diburu aparat keamanan Italia saat dirinya mengunjungi Naples.


Arancha Sanchez Vicario

Petenis asal Spanyol itu dipaksa pengadilan Sentral Ekonomi Administrasi Spanyol untuk mengeluarkan 3,5 juta euro (Rp58,4 miliar) untuk membayar denda pada 2001 atas kesalahannya memanipulasi pajak penghasilannya pada 1989 hingga 1993.


Editor : Abdul Haris

KOMENTAR