Astronom Temukan Pusaran di Galaksi Paling Awal Alam Semesta

Dini Listiyani · Jumat, 12 Januari 2018 - 10:10 WIB

Ilustrasi Black Hole (Foto: Pixabay)

CALIFORNIA, iNews.id - Para astronom menemukan gas berputar di beberapa galaksi paling awal, yang telah terbentuk di alam semesta. Newborn ini diamati saat mereka muncul hampir 13 miliar tahun lalu, berputar seperti kolam pusaran, mirip dengan Bima Sakti.

Tim internasional yang dipimpin oleh  Dr Renske Smit dari  Kavli Institute of Cosmology, di  University of Cambridge menggunakan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Chile untuk membuka jendela baru ke alam semesta yang jauh. Untuk pertama kalinya, mereka mampu untuk mengidentifikasi galaksi pembentuk bintang normal pada tahap awal dalam sejarah kosmik dengan teleskop ini.

Hasilnya dilaporkan di jurnal Nature dan siap dipresentasikan pada pertemuan ke-231 American Astronomical Society. Cahaya dari benda-benda yang jauh membutuhkan waktu untuk mencapai Bumi, sehingga mengamati benda-benda yang berjarak puluhan miliar tahun cahaya. Ini memungkinkan untuk melihat ke masa lalu dan secara langsung mengamati pembentukan galaksi paling awal.

Meski begitu, alam semesta pada waktu itu dipenuhi dengan kabut gas hidrogen netral yang menyulitkan melihat pembentukan galaksi pertama dengan teleskop optik. Smit dan rekan-rekannya menggunakan ALMA untuk mengamati dua galaksi yang baru lahir karena mereka ada 800 tahun setelah Big Bang.

Dengan menganalisis 'fingerprint' spektrum cahaya infrared jauh yang dikumpulkan oleh ALMA, mereka bisa membuat jarak ke galaksi dan pertama kalinya melihat gerakan internal gas yang memicu pertumbuhan mereka.

"Sampai ALMA, kita tidak pernah bisa melihat pembentukan galaksi secara rinci. Kita tidak pernah bisa mengukur pergerakan gas di galaksi begitu awal dalam sejarah alam semesta," kata rekan penulis Dr Stefano Carniani dari Cambridge's Cavendish Laboratory and Kavli Institute of Cosmology, dikutip iNews.id dari Phys, Jumat (11/1/2018).

Para peneliti menemukan gas di galaksi yang baru lahir ini, berputar dan diputar dalam gerakan pusaran, mirip dengan galaksi kita sendiri dan lainnya yang lebih matang. Meskipun berukuran relatif kecil, galaksi ini membentuk bintang pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan galaksi muda lainnya.

Namun, para peneliti terkejut saat mengetahui, galaksi itu tidak semrawut seperti yang diperkirakan.

"Di alam semesta awal, gravitasi menyebabkan gas mengalir dengan cepat dalam galaksi, mengaduknya dan membentuk banyak bintang baru, ledakan supernova yang hebat dari bintang-bintang ini juga membuat gas bergolak," kata Smit.

"Kami berharap, galaksi muda akan secara dinamis berantakan karena malapetaka yang diakibatkan oleh ledakan bintang muda. Namun galaksi mini ini menunjukkan, kemampuan untuk mempertahankan ketertiban dan tampak diatur dengan baik. Meski berukuran kecil, mereka sudah berkembang pesat, menjadi salah satu galaksi dewasa seperti kita hidup saat ini," katanya.

Data dari proyek ini di galaksi kecil membuka  jalan bagi studi galaksi yang lebih besar selama miliaran tahun pertama masa kosmik. Penelitian ini didanai oleh European Research Council and the UK Science and Technology Facilities Council (STFC).


Editor : Dini Listiyani

KOMENTAR