Curi Data, Pencipta Spyware Fruitfly Akhirnya Ditangkap

Riyandy Aristyo · Sabtu, 13 Januari 2018 - 16:21 WIB

Ilustrasi (Foto: Mirror)

CLEVELAND, iNews.id - Seorang pemuda yang berasal dari North Royalton, Ohio bernama Phillip R. Duranchinsky (28) dituduh menggunakan software komputer untuk memata-matai dan mencuri data informasi ribuan korban selama 13 tahun.

Dikutip iNews.id dari Ibtimes, Sabtu (13/1/2018),  Durachinsky didakwa melakukan 16 tindakan kriminal seperti penipuan, pelanggaran undang-undang IT, pelecehan sexual, memproduksi film porno anak-anak dibawah umur dan pencurian identitas. Kasus ini tengah diperiksa oleh Pengadilan Distrik Amerika Serikat di Cleveland.

Selain itu, Durachinsky diduga menciptakan spyware yang disebut Fruitfly untuk melakukan aksi kejahatannya. Fruitfly merupakan perangkat software yang pertama kali ditemukan oleh peneliti keamanan pada tahun 2017. Namun, virus tersebut ternyata telah digunakan bertahun-tahun sebelum penemuannya.

Fruitfly dapat menginfeksi mesin Mac, Linux bahkan kabar lainnya virus ini ditemukan pada Windows. software ini mampu memberikan kendali jarak jauh untuk mengaktifkan webcam dan mikrofon, mengendalikan mouse, mengubah file, dan bahkan akan memberitahukan pada hacker jika komputer itu digunakan oleh pemiliknya.

Sebuah analisis yang dilakukan oleh Patrick Wardle, peneliti keamanan dari perusahaan Synack dan seorang mantan hacker NSA mengungkapkan, sistem itu diyakini tidak dirancang untuk keuntungan finansial karena hanya menginfeksi perangkat orang biasa. Sebaliknya, program jahat itu mungkin memiliki tujuan tertentu seperti memata-matai.

Analisis tersebut terbukti benar dan Durachinsky diyakini sebagai satu-satunya hacker yang menyebarkan serangan tersebut. Menurut Departemen Kehakiman, Fruitfly digunakan untuk menyerang perangkat seperti laptop dan komputer pribadi, sekolahan maupun perusahaan. Beberapa yang diserang adalah Case Western Reserve University, sebuah Departemen Kepolisian dan Departemen Energi AS.

Selama 13 tahun Durachinsky menggunakan Fruitfly dan dilaporkan menyimpan jutaan informasi korbannya. Pada suatu saat, ia mengotomatisasi beberapa mata-matanya dengan menciptakan peringatan yang akan memberi tahukan jika ada seseorang pengguna sedang mengakses situs pornografi maupun situs lainnya.

Selain itu, Durachinsky disinyalir mencuri tanda tangan korban untuk akses masuk ke dalam rekening milik korbannya serta mencuri informasi tambahan.


Editor : Dini Listiyani

KOMENTAR