FBI Mengumpat Apple karena Enkripsi iPhone

Dini Listiyani · Jumat, 12 Januari 2018 - 14:15 WIB

FBI (Foto: Motherboard)

MANHATTAN, iNews.id - Keamanan di ponsel iPhone yang begitu ketat, terkadang bisa membuat penegak hukum kewalahan. Pengalaman ini pernah dirasakan oleh FBI untuk mengumpulkan bukti dari dalam iPhone pelaku.

Dalam laporan dari Motherboard yang dikutip dari Ubergizmo, Jumat (12/1/2018), ahli forensik FBI Stephen Flatley mengecam Apple selama International Conference on Cyber Security yang diselenggarakan di Manhattan. Di konferensi tersebut, ahli forensik FBI itu meneriakkan kata umpatan kepada Apple karena membuat pekerjaan dan tugas rekan kerjanya lebih keras gara-gara enkripsi iPhone.

Selain itu, ia juga mengungkapkan, Apple baru saja membuat password guesses melalui metode brute force jauh lebih sulit dengan mengubah iterasi hash dari 10.000 menjadi 10.000.000.

"Waktu crack, Anda hanya dari dua hari hingga dua bulan," kata Flatley.

"Pada titik manakah itu hanya mencoba satu hal dan titik manakah untuk menggagalkan penegah hukum. Apple cukup pandai dengan hal-hal jenius yang kejam," ujarnya .

Di sisi lain, Flatley berulang kali memuji perusahaan Israel Cellebrite, yang menjual perangkat dan teknologi hacking ke agen penegak hukum di seluruh dunia. Ahli forensik FBI itu mengatakan, mereka merupakan salah satu yang bisa memecahkan keamanan Apple.

"Jika Anda memiliki kecerdasaan jahat lainnya, Cellebrite mungkin bisa masuk," ungkapnya.

Pernyataan Flatley datang sehari setelah director FBI Christopher Wray memperbarui retorika mantan direktur FBI James Comey melawan enkripsi sebagai  masalah keamanan publik yang mendesak.

Ahli keamanan dunia maya dan organisasi kebebasan sipil telah lama membuat kasus, enkripsi iPhone menjaga data konsumen rata-rata tetap aman dari peretas dan pengawasan otoriter merupakan keuntungan bagi masyarakat.


Editor : Dini Listiyani

KOMENTAR