Gara-Gara Regulasi, GoPro Mundur dari Bisnis Drone

Riyandy Aristyo · Selasa, 09 Januari 2018 - 19:23 WIB

GoPro Hero 3 (Foto: Reuters)

CALIFORNIA, iNews.id - Perusahaan pembuat action cam, GoPro mengatakan akan meninggalkan bisnis drone dan merumahkan karyawannya sebanyak 250 orang. Imbas dari pernyataan itu, saham GoPro turun sebanyak 30 persen.

Seperti dilansir iNews.id dari Ibtimes, Selasa (9/1/2018), GoPro dikabarkan akan keluar dari drone karena regulasi yang dikeluarkan di Eropa dan Amerika Serikat tidak sesuai. Drone Karma produksi GoPro dinyatakan tidak layak mengudara karena hal teknis yang dapat mengganggu sinyal pesawat terbang.

Dari masalah tersebut, perusahaan yang bermarkas di California ini akan menghentikan produksi dan menarik kembali (recall) drone Karma, yang diklaim mencapai posisi ke dua pasar drone di dunia selama 2017. Namun bagi yang sudah terlanjur membeli pesawat tak berawak tersebut, akan diberikan dana kompensasi sebesar USD800.

Pendiri sekaligus Bos GoPro Nick Woodman, mengumumkan dirinya akan mengurangi dana kompensasi uang pribadinya menjadi USD1 di tahun 2018.

"GoPro berkomitmen mengubah bisnis ini di tahun 2018. Kami memasuki tahun baru dengan sell-through yang kuat dan sangat antusias atas kinerja perangkat keras dan lunak yang kami miliki. Ke depan, kami berharap mendapatkan suntikan dana untuk membiayai operasional," kata Woodman.

Selain itu, dilaporkan dari kantor berita CNBC, GoPro telah memperkerjakan JP Morgan Chase untuk mencari pemodal yang potensial.

"Jika ada kesempatan bagi kita untuk bergabung dengan perusahaan induk yang lebih besar untuk sama-sama membangun GoPro, itu adalah sesuatu yang akan saya pikirkan," katanya Woodman.


Editor : Dini Listiyani

TAG : gopro

KOMENTAR