Ini Senjata Baru Google Lindungi Pengguna dari Situs Berbahaya

Dini Listiyani · Sabtu, 10 Februari 2018 - 16:09 WIB

Google Rilis Chrome Versi Baru (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id - Guna melindungi pengguna dari website berbahaya, mulai Juli 2018, Google akan merilis web browser Chrome versi baru. Chrome versi baru itu akan menandai halaman web yang tidak memiliki enkripsi HTTPS sebagai 'Not Secure'.

Perubahan pertama kali akan muncul dengan rilis Chrome 68. Ketika versi browser itu dilepas ke publik di musim panas nanti, browser akan mencakup tag 'Not Secure' di address bar sebelah web address.

Advokat privacy and security telah lama mendorong pembuat web browser untuk menyertakan indikator yang membantu pengguna memahami situs web yang mereka lihat aman untuk berbagi informasi. Dengan dimasukannya tag 'Not Secure' disinyalir membuat pengguna Chrome tidak memberikan informasi pribadi ke situs yang tidak menggunakan enkripsi yang benar.

Proses menandai situs HTTP tidak aman dilakukan secara bertahap dan Google perlahan telah menerapkan peringatan selama bertahun-tahun untuk membantu melindungi pengguna. Raksasa mesin pencarian itu mulai memperingatkan soal situs yang keamanannya tidak baik pada 2016.

Pencantuman tag 'Not Secure' di semua situs HTTP akan menjadi upaya terluas Google untuk mengingatkan pengguna terhadap bahaya potensial secara online.

Menurut Google, yang dikutip iNews.id dari IBTimes, Sabtu (10/2/2018), tidak ada banyak perubahan di web browser tersebut. Perusahaan berbasis Mountain View telah melacak adopsi enkripsi HTTPS selama bertahun-tahun dan melihat protokol ini menjadi biasa dalam beberapa tahun terakhir.

Google melaporkan, 68 persen lalu lintas Chrome di perangkat Android dan Windows dilindungi enkripsi HTTPS. Sedangkan, bagi pengguna Chrome OS dan Mac, ada sebanyak 78 persen lalu lintas dienkripsi.

"Antarmuka baru Chrome akan membantu pengguna memahami, semua situs HTTP tidak aman, dan terus memindahkan web ke web HTTPS yang aman secara default," kata manajer produk keamanan Google Chrome Emily Schechter.

"HTTPS lebih mudah dan lebih murah daripada sebelumnya dan ini akan membuka peningkatan kinerja dan fitur baru yang kuat," katanya lebih lanjut.

Perbedaan HTTP dan HTPPS
HTTP merupakan hypertext transfer protocol dan protokol yang memungkinkan komunikasi antara pengguna dan server situs web, sehingga pengguna bisa melihat dan berinteraksi dengan halaman web. Hal yang absen dari sini adalah enkripsi.

Koneksi antara pengguna dan server tidak terenkripsi, artinya informasi berpotensi bisa dicegat hacker yang berada di tengah percakapan pengguna dan situs web.

Sementara itu, HTTPS menambahkan enkripsi ke dalamnya. Tambahan 'S' di sini sendiri memiliki arti 'Secure'.

Saat koneksi dienkripsi, terowongan aman dibuat antara pengguna dan penerima, memastikan mereka satu-satunya orang yang mampu menguraikan informasi. Lapisan perlindungan ini sangat penting untuk situs yang memerlukan data pribadi dan informasi penting lainnya.


Editor : Dini Listiyani

KOMENTAR