Jelajahi Internet, Pengguna 4G Smartfren Dominan Pakai Aplikasi Web

Dini Listiyani · Kamis, 08 Februari 2018 - 20:44 WIB

Mengungkap perilaku pengguna internet. (Foto: Google)

JAKARTA, iNews.id - Perilaku pengguna dalam menggunakan internet mereka bisa bermacam-macam. Mulai dari penggunaan untuk media sosial hingga kepentingan bisnis seperti e-mail.

Smartfren, salah satu operator seluler di Indonesia bekerja sama dengan IBM pada 2016 untuk membuat Big Data. Sehingga operator bisa mengetahui perilaku pengguna dalam menggunakan internet mereka di jaringan 4G.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Smartfren pada Q4 2017, sebanyak 99,15 persen digunakan untuk web application, seperti Chrome dan Mozilla Firefox. Selanjutnya, sebanyak 90,52 persen pengguna 4G Smartfren menghabiskannya untuk aplikasi pesan, seperti WhatsApp, Telegram, dan Facebook Messenger.

Selain itu, pengguna 4G Smartfren diketahui juga cenderung melakukan kegiatan bermedia sosial dengan jaringan generasi keempat itu. Ada sebanyak 90,39 persen pengguna yang menggunakannya untuk media sosial.

Kegiatan streaming ternyata juga banyak dilakukan oleh pengguna 4G Smartfren. Tercatat, ada 89,21 persen dari total pengguna 12 juta yang melakukan streaming seperti YouTube.

Tren Video ini diprediksi akan semakin meningkat di tahun ini. Mengingat banyak aplikasi sekarang menawarkan kemampuan video.

“Tren 2018 video dan multiple picture. Jadi memang 2018 masih tahunnya video,” kata Head of Consumer Experience and Analytic Sharizan Zaki Pondren saat ditemui iNews.id di Jakarta, Kamis (8/2/2018).


Bicara soal keamanan data pelanggan, Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim mengatakan, data pelanggannya aman karena Smartfren sudah disertifikasi dengan ISO27001.

“Dengan adanya sertifikasi ISO tadi, manajemen data kita benar-benar terproteksi. Gak sembarangan orang bisa dapatkan itu (data),” katanya.

Sementara itu, Zaki juga menjelaskan, Smartfren hanya bisa melihat kebiasaan pengguna saja, bukan kontennya.

“Kontennya gak bisa dilihat karena itu melanggar privasi. Tapi, kami hanya tahu ini (pengguna) menggunakan WhatsApp call atau Facebook,” ujar Zaki.


Editor : Tuty Ocktaviany

KOMENTAR