Mengaku Time Traveler, Pria Ini Prediksi Manusia Sampai Mars pada 2028

Dini Listiyani · Kamis, 15 Februari 2018 - 09:07 WIB

Noah, Anak yang Mengaku Seorang Time Travel (Foto: YouTube)

CALIFORNIA, iNews.id - Setelah mengklaim artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan mengambil alih dunia, seorang yang mengaku datang dari masa depan (time traveler) berhasil lulus tes deteksi kebohongan.

Dalam video YouTube yang diunggah oleh Apex TV, pria yang wajah dan suaranya telah terdistorsi mengklaim, telah mempertaruhkan nyawanya untuk melakukan perjalanan ke waktu ia berasal. Penjelajah waktu itu memiliki misi untuk memberitahu orang yang hidup sekarang tentang yang ada di dunia ini.

Di antara prediksi yang dilontarkannya, ia mengklaim robotika bergaya Google Glass akan menyebar ke seluruh dunia. Selain itu, teknologi juga akan berkembang ke titik di mana ia akan bisa menjalankan rumah secara independen.

Pada 2030, kata dia, presiden Amerika Serikat (AS) ialah sosok misterius bernama Ilana Remikee. Selain itu, ia juga menyarankan pemanasan global telah menyebabkan suhu di Amerika Utara meningkat sementara Eropa mendingin.

Manusia akan sampai di Mars pada 2028 dan di tahun yang sama, time travel telah ditemukan. Dia menyatakan, mobil listrik akan bisa melakukan perjalanan secepat solar dan bensin dan banyak bentuk kanker telah disembuhkan.

Dalam wawancara dengan Paranormal Elite sebelumnya, Noah (yang mengaku time traveler) mengatakan, ia menderita anoreksia dan sebenarnya berusia 50 tahun. Namun, ia telah menggunakan obat peremajaan usia yang mengubahnya menjadi anak berusia 25 tahun.

Ya, klaim yang dilontarkannya tentu saja mengundang skeptisisme. Sebagai tanggapan, ia setuju untuk melakukan tes detektor kebohongan di depan kamera.

Dalam cuplikan dari ApexTV, ia terlihat duduk di kursi dengan detektor poligraf kebohongan di sekeliling otot lengan sebelah atas.

Di sisi lain, ia diminta untuk memprediksi beberapa peristiwa besar di masa depan. Dia menanggapinya dengan 'yes' dan 'True' muncul dalam huruf hijau besar yang dilapiskan di video. Namun, hasil pada mesin tidak ditunjukkan.

Ia kemudian mulai mencantumkan event yang dia katakan akan terjadi dalam 12 tahun mendatang, termasuk terpilihnya kembali Donald Trump dan kebangkitan AI.

Sekali lagi, penanya menanyakan, apakah dia mengatakan yang sebenarnya? Dan, mesin tampaknya merekam ia benar.

Meski begitu, Noah menerima kritik dari orang skeptis yang mengklaim, tes sudah dicurangi, sebagaimana dikutip iNews.id dari Daily Mail, Kamis (15/2/2018).

"Semua yang dilakukan ApexTV ialah menyalakan sebuah jawaban di layar dengan suara ding, yang tidak benar-benar memvalidasi detektor kebohongan," tulis salah satu pengkritik.

"Anda bisa melihat Noah gelisah dengan monitor yang diikatkan di jari-jarinya dan saya sendiri tahu dari pengalaman tangan pertama kali, saat Anda menjalani tes detektor kebohongan Anda seharusnya duduk kembali dan tetap diam," lanjutnya.

Tes deteksi kebohongan tidak mengatakan, jika hal-hal itu obyektif. Hanya saja orang membuat klaim tersebut yakin itu benar.


Editor : Dini Listiyani

KOMENTAR