Prioritaskan Posting-an Keluarga, Facebook "Rombak" News Feed

Riyandy Aristyo · Jumat, 12 Januari 2018 - 19:11 WIB

CEO Facebook Mark Zuckerberg (Foto: Cnet)

CALIFORNIA, iNews.id - Facebook melakukan perombakan terhadap News Feed untuk memprioritaskan post dari keluarga dan teman, bukannya  posting-an dari publisher dan brands.

Perubahan ini untuk memprioritaskan post dari keluarga dan teman, sebetulnya sudah direncanakan setahun yang lalu. Namun, baru sekarang ini Facebook bisa mengerjakannya.

“Kami mulai melakukan perubahan untuk tujuan ini tahun lalu. Namun akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan fokus baru menyelesaikan semua produk kami. Perubahan pertama yang akan Anda lihat adalah di News Feed. Di mana Anda bisa melihat lebih banyak posting-an dari teman, keluarga, dan grup Anda,” papar Mark Zuckerberg.

Dilansir dari Cnet, Jumat (12/1/2018), ide yang dibuat Facebook itu memungkinkan orang memiliki banyak interaksi yang berarti. Bulan lalu, perusahaan itu merilis sebuah laporan bagaimana orang mengonsumsi konten di Facebook dan berbagai cara bisa menjadi positif atau negatif bagi Anda.

Scrolling dan membaca secara pasif bisa menimbulkan efek negatif. Sedangkan bersikap lebih interaktif, menyukai tulisan dan menulis komentar, bisa menjadi positif.

“Kami bertanggung jawab untuk memastikan layanan kami tidak hanya menyenangkan untuk digunakan, tapi juga bagus untuk kesejahteraan orang. Saya mengubah target yang saya berikan kepada tim produk kami untuk berfokus membantu menemukan konten yang relevan untuk membantu Anda memiliki interaksi sosial yang lebih berarti,” jelasnya.

Sebagai gantinya, posting-an dari publik seperti untuk kepentingan bisnis, brand dan media akan berkurang. Ini kemungkinan menjadi berita buruk bagi para kreator yang mengandalkan Facebook. Sayangnya, perusahaan belum merinci seberapa besar dampaknya dari perubahan itu.

Zuck mengakui bahwa perubahan yang akan dilakukannya akan berdampak pada bisnis perusahaan. Misalnya dari pengiklan yang ruang publishnya semakin sempit. Walau begitu, Facebook merasa langkah ini sangat penting untuk dibuat, sehingga dapat meminimalisir konten-konten yang berbau negatif.


Editor : Dini Listiyani

KOMENTAR