Setelah Roket Falcon Heavy, SpaceX Siap Luncurkan Satelit Broadband

Dini Listiyani · Rabu, 14 Februari 2018 - 12:30 WIB

SpaceX akan luncurkan satelit broadband di atas Falcon 9 (Foto:SpaceX)

NEW YORK, iNews.id - Setelah sukses meluncurkan roket Falcon Heavy, Elon Musk berencana akan meluncurkan tes lainnya untuk produk baru yang sudah lama ditunggu. Adapun tujuan produk tersebut ialah untuk menyebar internet murah ke seluruh dunia.

Selama bertahun-tahun, Elon Musk dan perusahaan roketnya sedang mengembangkan satelit untuk menyediakan internet murah ke seluruh dunia. Menurut korespodensi antara perusahaan dan Federal Communications Commission (FCC), pasangan pertama satelit demonstrasi untuk perusahaan, 'Starlink' akan diluncurkan ke orbit naik Falcon 9 Sabtu ini.

Payload utama untuk peluncuran dari Vandenberg Air Force Base di California akan menjadi satelit pemerintahan Spanyol 'Paz', yang dirancang untuk menangkap citra Bumi hingga skala satu meter.

Namun, ada beberapa laporan yang belum dikonfirmasi beberapa minggu ini dari sumber industri luar angkasa seperti NASA atau SpaceFlight.com yakni penumpang sekunder dalam penerbangan itu merupakan setup demonstrasi Starlink.

SpaceX sendiri relatif mumpuni tentang debut satelit Starlink-nya dan keseluruhan program itu sendiri. Namun, surat dari SpaceX ke FCC membuat jelas apa yang ada di pesawat Falcon 9 saat diluncurkan akhir pekan ini.

Sebagaimana dikutip iNews.id dari Cnet, Rabu (14/2/2018), surat itu mengacu pada dua satelit yang disebut Microsat-2a dan Microsat-2b yang akan diluncurkan sebagai muatan sekunder pada misi Paz. FCC memberikan SpaceX lisensi pada November lalu untuk meluncurkan sepasang satelit ini sebagai bagian dari misi uji coba.

Dalam pengajuannya, perusahaan yang dibina Elon Musk itu menjelaskan tujua dari pengujian roketnya tersebut.

"Selain membuktikan pengembangan bus satelit dan subsistem terkait, program uji untuk pesawat luar angkasa Microsat-2a dan -2b juga akan memvalidasi perancangan platform komunikasi antena array bertahap," bunyi pengajuan itu.


Editor : Dini Listiyani

KOMENTAR