Tangkal Hoax, Menkominfo Andalkan Media Mainstream

Siska Permata Sari · Selasa, 09 Januari 2018 - 10:21 WIB

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (Foto: iNews.id / Dani Dahwilani)

JAKARTA, iNews.id - Di zaman serbadigital ini, kabar bohong atau hoax merajalela di media sosial. Mulai di Facebook, Twitter, dan Instagram. Apalagi menjelang musim politik, di mana kita mulai menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di 2019.

Demi menangkal beredarnya hoax, fitnah, SARA, dan ujaran kebencian di media sosial, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengandalkan portal berita sebagai.

"Media mainstream dalam hal ini online, dapat menangkal kabar-kabar di media sosial yang kini mengalami degradasi kepercayaan masyarakat," kata Rudiantara ketika ditemui usai peluncuran portal berita online iNews.id di Gedung iNews, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin 8 Januari 2018.

Menurut dia, dengan degradasi atau turunnya kepercayaan masyarakat terhadap media sosial, mereka cenderung mencari informasi di media mainstream elektronik, terutama online. "Media online meski mengedepankan kecepatan, tetapi untuk akurasi, saya harapkan bisa mengikuti media mainstream cetak. Check and recheck," jelasnya.

Dengan meneliti ulang atau konfirmasi berkali-kali, tutur Rudiantara, dapat membantu kontribusi untuk menghindari hoax.

Selain mengajak masyarakat untuk berlaku 'Saring Sebelum Sharing', Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI juga bekerja sama dengan pihak penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu untuk menangkal hoax dan ujaran kebencian di media sosial saat musim politik.

"Kominfo fokus di dunia maya, tapi yang mempunyai kapasitas mengenai aturan tata cara mana yang boleh dan mana yang tidak, adalah penyelenggara pemilihan sendiri. Saya juga sudah bicara, sehingga nanti kita bahas secara teknis lagi (pada pihak KPU dan Bawaslu)," ucapnya.



Editor : Dini Listiyani

KOMENTAR