Gunung Tangkuban Perahu Primadona Wisatawan, Ini Buktinya!

Rahma Sari · Minggu, 11 Februari 2018 - 14:29 WIB

Gunung Tangkuban Perahu memiliki pemandangan yang indah. (Foto: Pintuwisata.com)

JAKARTA, iNews.id – Liburan ke Bandung jangan melewatkan untuk mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu. Objek wisata ini menyuguhkan pemandangan indah dengan gunung yang mengeluarkan gas belerang dan sumber air panas.

Ya, Gunung Tangkuban Perahu memang menjadi salah satu destinasi yang menjadi primadona wisatawan. Tidak hanya masyarakat di sekitar Bandung, tetapi juga luar kota.

Sebelum mengunjungi objek wisata ini, traveler wajib bawa jaket karena udaranya  di sana dingin. Termasuk juga membawa masker karena bau belerang yang sangat menyengat.

Sambil menikmati pemandangan, traveler bisa sekaligus mengabadikan gambarnya. Banyak spot di sekitar lokasi yang menarik untuk dijadikan tempat selfie. Bahkan, lokasi di Gunung Tangkuban Perahu juga sering dijadikan sebagai tempat foto prawedding, mengambilan gambar untuk film, dan iklan.

Gunung Tangkuban Perahu sendiri memiliki tiga kawah, yaitu kawah ratu, kawah upas, dan kawah domas. Kawah ratu paling besar, di mana kalian dapat melihat kawah dari atas ketinggian. Sedangkan kawah domas berada di dataran yang lebih rendah dari kawah ratu, sehingga tempat ini menjadi favorit wisatawan. Di sana Anda bisa mencoba air panas.


Kawah domas bersebelahan dengan kawah ratu, namun jalannya terjal dan berpasir. Kawahnya pun lebih dangkal dan kecil. Pemandangannya tidak sebagus kawah ratu, sehingga tidak banyak pengunjung yang datang.

Selain menikmati pemandangan gunung, traveler bisa menikmati pemandangan pohon pinus dan perkebunan teh di lereng gunung. Pemandangannnya yang indah akan membuat kalian ingin berlama-lama.

Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu

Di atas ketinggian 2.084 MDPL ini, traveler juga dapat melihat keindahan gunung yang mirip sebuah perahu yang terbalik. Konon, menurut cerita rakyat yang dipercaya, asal usul terbentuknya gunung ini dari kisah cinta Sangkuriang dan Dayang Sumbi.

Dayang Sumbi hidup di hutan bersama anaknya yang bernama Sangkuriang dan seekor anjing. Suatu hari, Sangkuriang berburu ke hutan. Namun, dia tidak mendapatkan hewan buruan. Takut ibunya kecewa, dia memutuskan membunuh anjing yang ikut bersamanya.

Sesampainya di rumah, ibunya sangat senang melihat Sangkuriang membawa hasil buruan dan memasaknya. Namun setelah makan, ibunya mencari anjingnya si Tumang dan tidak menemukannya.

Sangkuriang pun mengaku bahwa daging yang tadi dibawanya adalah si Tumang. Tumang sebenarnya adalah bapak Sangkuriang yang dikutuk menjadi seekor anjing. Dayang Sumbi yang marah, lalu mengusir Sangkuriang dan melempar batu yang mengenai kepalanya.


Seiring waktu berjalan, Sangkuriang beranjak dewasa dan mereka dipertemukan kembali. Mereka berdua tidak saling mengenal dan jatuh cinta, lalu ingin menikah. Saat mereka sedang bersama, Dayang Sumbi melihat bekas luka Sangkuriang dan menyadari dia adalah anaknya. Supaya pernikahan gagal, Dayang Sumbi mengajukan syarat pda Sangkuriang. Jika ingin menikahinya, Dayang Sumbi meminta Sangkuriang membuat danau dan perahu dalam semalam.

Singkat cerita, Sangkuriang menyanggupi permintaan Dayang Sumbi. Ketika danau hampir selesai, namun sang fajar telah muncul, Sangkuriang pun gagal memenuhi permintaan Dayang Sumbi. Dia marah, lalu menendang perahu tersebut. Perahu tersebut lah yang kemudian disebut Gunung Tangkuban Perahu.

Gunung Tangkuban Perahu terletak di Cikahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Untuk menuju ke sana, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. Gunung Tangkuban Perahu buka dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WIB. 


Editor : Tuty Ocktaviany

KOMENTAR