Ini Awalnya Donat Memiliki Lubang di Tengah

Vien Dimyati · Kamis, 11 Januari 2018 - 10:10 WIB

Makanan manis yang memiliki lubang di tengah (Foto: Hungryforever)

JAKARTA, iNews.id - Bagi Anda pencinta kuliner, ada baiknya mengetahui sejarah makanan yang akan dimakan. Mulai dari mana asal nama makanan tersebut hadir, hingga negara mana yang menjadi pencetusnya.

Salah satunya donat, apakah Anda tahu, mengapa adonan manis yang digoreng ini memiliki lubang di tengah? Atau, tahukah Anda ternyata selai kacang bukan berasal dari Amerika.

Apakah Anda ingin tahu lebih jauh mengenai sederet sejarah makanan yang kerap dimakan sehari-hari? Berikut ulasannya seperti dirangkum iNews.id, melalui Insider, Rabu (10/1/2018).

Penemu selai kacang orang Kanada

Ini adalah mitos umum yang menyatakan, ilmuwan asal Amerika Serikat, George Washington Carver telah menemukan selai kacang. Padahal sebenarnya, menurut National Peanut Board, suku kuno Inca dan Aztec adalah yang pertama kali menggiling kacang menjadi pasta.

Kemudian, pada 1884, selai kacang modern dipatenkan Marcellus Gilmore Edson, pria yang berasal dari Montreal, Kanada. Selanjutnya, metode pembuatan selai kacang di Amerika dipatenkan Dr. John Harvey Kellogg pada 1895.

Mayones dari Prancis dan Spanyol

Richard Hellmann di New York merupakan toko pertama yang menjual mayones dalam toples pada 1905. Namun, Hellman bukan orang yang pertama kali menemukan mayones. Tapi, orang Prancis yang menemukannya, saat perang berlangsung pada 1756. Ketika itu, orang Prancis berperang selama tujuh tahun untuk merebut pelabuhan Spanyol Mahon, di Laut Tengah.

Ada yang mengatakan, setelah kemenangannya, koki tentara Prancis menemukan saus dan menamainya "mahon-aise". Pendapat berbeda dari sejarawan makanan, Tom Nealon mengatakan, saus itu bukan penemuan Prancis, tapi itu sebenarnya adalah "salsa Mahonesa" sebuah saus khas Spanyol, yang digunakan oleh Prancis. Ini adalah cerita rakyat yang berkembang. Di Spanyol, mayones kemungkinan berasal dari aioli atau biasa disebut mayones bawang putih.

Donat berasal dari Belanda

Makanan bulat dengan adonan manis ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Donat modern tersebut datang ke New York City melalui imigran Belanda. Menurut The Smithsonian, orang Belanda memanggang dan menjual olykoeks, atau kue berminyak (donat).

Selama abad pertengahan ke-19, seorang wanita New England Elizabeth Gregory terkenal dengan bola adonan gorengnya. Donat ini selalu dihiasi dengan kacang di tengahnya. Makanya disebut donat.

Kemudian, cerita kenapa donat memiliki lubang di tengah karena, pada saat itu, seorang ibu yang memberikan donat pada anaknya melubangi tengahnya. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan rasa takut mengonsumsi donat mentah dan lengket.

Fried Chicken dari Afrika

Ada yang bilang fried chicken berasal dari Skotlandia. Cerita ini sudah tersebar sejak berabad-abad lalu. Tidak seperti negara tetangganya, Inggris yang lebih suka memanggang atau merebus ayam. Namun, menurut The Atlantic, asal mula fried chicken di Amerika, kemungkinan besar dimulai pada era perbudakan awal abad ke-19.

"Sangat jauh jika fried chicken dikatakan berasal dari Skotlandia. Sebab, mereka yang suka menggoreng ayam lebih sering dilakukan oleh budak Afrika," ujar pakar food and drink, Scotsman.

Pendiri Budweiser orang Jerman dan perusahaannya di Belgia

Bud Light adalah bir terlaris sepanjang masa di Amerika, tapi Budweiser merupakan penemuan Jerman. Adolphus Busch, mendirikan Budweiser dan berinovasi dengan bir ringan. Dia adalah seorang imigran Jerman yang datang ke St. Louis, sebuah tempat bisnis bir yang sedang booming pada abad 19. Meskipun Budweiser sebagian besar masih dibuat di Amerika, perusahaan tersebut sekarang dimiliki oleh perusahaan Belgia AB Inbev.


Editor : Vien Dimyati

KOMENTAR