Nikmati Kelezatan Kuliner Yogya, Belalang Goreng hingga Sate Klatak

Rahma Sari · Selasa, 09 Januari 2018 - 15:22 WIB

Belalang goreng khas Yogyakarta banyak disukai wisatawan. (Foto: Yogyakeripik)

JAKARTA, iNews.id – Liburan ke Yogyakarta, terasa kurang lengkap tidak menikmati berbagai makanan khas. Yogyakarta memang memiliki banyak makanan khas yang dapat dicicipi, seperti belalang goreng, sate klatak, dan bakmi pentil.

Saat mencicipi belalang goreng, Anda akan merasakan sensasi  renyah dan gurih di mulut. Untuk mengetahui lebih lengkap lagi kuliner enak khas Yogyakarta, berikut ini rangkuman dari iNews.id, Selasa (09/01/2018).

Belalang Goreng

Salah satu makanan khas yang unik dari Yogyakarta adalah belalang goreng. Anda dapat menemukan makanan ini di Gunung Kidul dan pantai di Wonosari. Di Gunung Kidul ada banyak toko yang menjual belalang goreng. Warga Gunung Kidul sengaja memanfaatkan belalang untuk dijadikan makanan karena banyak ditemukan di sawah.

(Foto: Njogja)

Sate Klatak

Sate klatak dibuat dari potongan kambing yang telah dibumbui garam, lalu dibakar di atas arang. Sate Klatak ini dibakar dengan cara yang unik, yaitu ditusuk memakai juruji besi. Potongan daging yang telah matang akan disiram dengan kuah gulai, sehingga terasa sangat lezat.

Nama sate klatak diberikan karena bunyi daging yang dibakar berbunyi “kaltak, klatak”. Makanan ini dapat Anda temui di daerah Jejeran, Plered.

(Foto: Pegi-Pegi)

Bakmi Pentil

Bakmi pentil memiliki dua warna khas, yaitu kuning dan putih. Bakmi ini dapat dimasak dengan cara digoreng atau direbus. Jika biasanya mi dicampur dengan tambahan seperti telur, ayam ataupun sayuran, bakmi pentil disajikan tanpa bahan tambahan.

Bakmi ini berbeda dengan lainnya karena bentuknya yang panjang dan besar. Untuk rasa dapat disesuaikan dengan selera, mau pedas atau gurih. Bakmi pentil berasal dari Kecamatan Pundong, Bantul.

(Foto: Cookpad)

Cenil Yogya

Jajanana tradisonal khas Yogyakarta yang harus Anda coba adalah cenil. Makanan ini terbuat dari tepung saripati ketela yang dibuat adonan dengan air hangat, lalu dikukus hingga masak. Cenil dibuat warna-warni, seperti hijau, merah, dan putih. Lalu, disajikan bersama parutan kelapa dan sedikit garam dan gula putih tabur lembut.

(Foto: Jogjaspace)

Anda dapat mencicipi cenil buatan Mbah Hadi atau lebih dikenal Mbah Gatot yang legendaris. Mbah Gatot ini memiliki banyak pelanggan, mulai dari wisatawan luar kota Yogyakarta sampai pejabat daerah. Anda dapat membeli cenil buatannya di depan Gereja St Albertus Magnus Jetisharjo, 80 meter di utara Tugu Yogya, mulai pukul 16.30 WIB sampai 20.00 WIB.


Editor : Tuty Ocktaviany

KOMENTAR