Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen.
Jeanny Aipassa

WASHINGTON, iNews.id - Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), Kamis (1/7/2021), mengumumkan bahwa 130 negara telah setuju mendukung tarif pajak minimum global untuk perusahaan sebesar 15 persen. 

“Kerangka ini memperbarui elemen-elemen kunci dari sistem pajak internasional berusia seabad, yang tidak lagi sesuai untuk tujuan dalam ekonomi abad ke-21 yang terglobalisasi dan terdigitalisasi,” demikian bunyi pernyataan bersama OECD, yang disampaikan Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen, Kamis (1/7/2021).

Dalam pernyataan tersebut, OECD menyampaikan bahwa kesepakatan detail mengenai pajak minimum global sebesar 15 persen untuk perusahaan akan diselesaikan paling lambat Oktober 2021. 

Dengan kesepakatan tersebut, OECD menyatakan memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan pajak tambahan sebesar 150 miliar dolar Amerika Serikat (AS) setiap tahun.

Adapun 130 negara yang menyetujui kesepakatan pajak minimum global, terdiri dari anggota OECD dan semua anggota negara-negara G-20, termasuk China, Swiss,  dan India. 

Usulan mengenai pajak minimum global sebesar 15 persen disampaikan oleh Amerika Serikat yang mempertimbangkan untuk meningkatkan pajak perusahaan untuk mendanai investasi di bidang infrastruktur dan layanan sosial.

Janet Yellen mengatakan, jika diberlakukan secara luas, pajak minimum global untuk perusahaan akan secara efektif mengakhiri praktik perusahaan global yang mencari yurisdiksi pajak rendah seperti Irlandia dan Kepulauan Virgin Inggris untuk memindahkan kantor pusat mereka, meskipun pelanggan, operasi, dan eksekutif mereka berada di tempat lain.

“Kesepakatan hari ini oleh 130 negara yang mewakili lebih dari 90 persen PDB global adalah tanda yang jelas bahwa perlombaan untuk me membawa pajak perusahaan lebih rendah selangkah lagi akan segera berakhir,” kata Janet Yellen.

Kesepakatan itu juga dilaporkan mencakup kerangka kerja untuk menghilangkan pajak layanan digital, yang menargetkan perusahaan teknologi terbesar Amerika.

Sebagai gantinya, para pejabat menyetujui rencana pajak baru yang akan dikaitkan dengan tempat-tempat di mana perusahaan multinasional benar-benar melakukan bisnis, daripada di mana mereka bermarkas.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT