Banyak restoran di OKU menunggak pajak dampak pandemi. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Michelle Natalia

JAKARTA, iNews.id - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan nilai pengungkapan harta sukarela (PPS) pajak atau tax amnesty jilid II yang sudah terdata mencapai Rp 1,043 triliun hingga 8 Januari 2022. Jumlah tersebut berasal dari 2.208 surat keterangan.

Berdasarkan data dari pajak.go.id, Minggu (9/1/2022), untuk jumlah PPh yang dikumpulkan mencapai Rp125,20 miliar. Untuk jumlah deklarasi dari dalam negeri sebesar Rp891,01 miliar. Sedangkan deklarasi dari luar negeri mencapai Rp93,41 miliar.

Seperti diketahui, Ditjen Pajak telah menjalankan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) pajak atau tax amnesty jilid II sejak 1 Januari 2022. Hingga saat ini, sudah ada 2.078 wajib pajak yang mengikuti program tax amnesty jilid II ini.

PPS atau tax amnesty jilid II adalah pemberian kesempatan kepada Wajib Pajak untuk melaporkan atau mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela melalui pembayaran PPh berdasarkan pengungkapan harta.

Sebagai informasi, pelaporan PPS dapat dilakukan secara online melalui akun wajib pajak di situs djponline.pajak.go.id dalam jangka waktu 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu dengan standar Waktu Indonesia Barat (WIB).

Ada dua Kriteria Wajib Pajak yang dapat memanfaatkan PPS, yang pertama adalah Wajib Pajak peserta Tax Amnesty dan yang kedua adalah Wajib Pajak Orang Pribadi.

Adapun waktu pelaksanaan Program Pengungkapan Sukarela mulai dari 1 Januari 2022 sampai dengan tanggal 30 Juni 2022.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT