Ditolak 15 sekolah kedokteran, Charlie Chang jadi conten creator hasilkan Rp3,6 miliar sebulan. Foto: IG Charlie Chang
Dinar Fitra Maghiszha

LOS ANGELES, iNews.id - Pemuda 29 tahun bernama Charlie Chang pernah ditolak lebih dari 15 sekolah kedokteran. Namun kini dia berhasil menjalankan bisnisnya menjadi content creator dengan penghasilan sebesar 245.000 dolar AS atau sekitar Rp3,6 miliar dalam sebulan. 

Pada 2014, Chang yang baru lulus dari perguruan tinggi, ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah kedokteran dan membuat orang tuanya bangga. Namun keinginannya tersebut gagal. 

"Saya menyadari bahwa saya membenci darah dan jarum, dan ditolak di lebih dari 15 sekolah kedokteran. Orang tua saya tidak begitu senang," katanya, dikutip dari CBNC Make It, Minggu (15/5/2022). 

Karena itu, akhirnya sejak 2014 hingga 2019, dia memilih mengambil pekerjaan sampingan, melakukan beberapa pekerjaan model, memulai bisnis pengiriman barang hingga menjadi agen properti. Namun pekerjaan yang dijalaninya tidak ada yang konsisten memberikan pendapatan tetap. 

Setelah beberapa kali mencoba bisnis, dia akhirnya menemukan sesuatu yang membuatnya tertarik. Chang memposting nasihat keuangan di YouTube, Instagram, dan TikTok. Pada 2021, bisnis content creator-nya telah menghasilkan pendapatan 1,5 juta dolar AS dalam setahun.  

"Saya telah memposting di YouTube sejak 2006, tetapi kontennya acak dan tidak konsisten. Jadi saya memutuskan untuk tetap dengan topik yang paling menggairahkan saya, yaitu uang," ujarnya.

Tumbuh dalam keluarga yang sangat hemat, Chang selalu tertarik untuk menemukan cara agar lebih pintar dalam menghasilkan uang, menabung, dan berinvestasi. Pada 2018, dia membuat saluran YouTube baru yang didedikasikan untuk memberikan nasihat keuangan. Dia memposting video hampir setiap hari di YouTube, Instagram, dan TikTok.

"Beberapa video pertama saya masing-masing menerima sekitar selusin penayangan, setengahnya berasal dari ibu saya. Saya masih mendapatkan sebagian besar uang saya melalui pekerjaan sampingan," tuturnya.

Namun pada April 2020, sekitar sebulan setelah Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi, dia melihat lonjakan minat seputar konten terkait stimulus. Pada bulan itu, dia memposting 20 video di YouTube tentang upaya stimulus dan bantuan. Salah satu videonya menjadi viral, dan menghasilkan pendapatan iklan sebesar 10.078 dolar AS, dengan 30.300 pelanggan.

Pada Mei, dia memposting 19 video dan menghasilkan 15.791 dolar AS dalam pendapatan iklan. Kemudian pada Juni, dia mendapatkan kesepakatan sponsor pertamanya dengan Foundr, sebuah perusahaan pendidikan online. Dia mendapat bayaran sebesar 250 dolar AS untuk membuat satu postingan di TikTok.

Chang pun terus bereksperimen dengan berbagai jenis konten video untuk melihat apa yang paling efektif dalam menumbuhkan jumlah pemirsanya dan menarik minat dari pengiklan.

Pada November, setelah mendapatkan kesepakatan kemitraan lain dan mencapai sekitar 200.000 pelanggan, dia memutuskan untuk meluncurkan kursus online pertamanya. Kursus tersebut mengajari orang-orang cara memulai saluran YouTube mereka sendiri supaya sukses.

"Pada 2021, saya menambahkan pemasaran afiliasi ke aliran pendapatan saya. Saya menghasilkan 86.000 dolar AS pada bulan Januari, kemudian meningkat menjadi rata-rata 150.000 dolar AS per bulan pada 2021," kata Chang.

Dan hari ini, dia telah memiliki lebih dari 650.000 pengikut di YouTube. Sepanjang 2022, dia telah menghasilkan sekitar 197.700 dolar AS per bulan melalui lima aliran pendapatan, beberapa di antaranya menghasilkan pendapatan pasif. Pada satu titik, dia bisa menghasilkan 245.000 dolar AS dalam sebulan.

"Yang saya sukai dari bisnis yang saya bangun adalah saya dapat memilih kapan dan di mana saya akan bekerja. Beberapa hari saya tidak bekerja sama sekali, dan hari lainnya saya akan bekerja 12 jam. Rata-rata, saya bekerja 35 jam per minggu," tutur Chang.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT