Ilustrasi minyak mentah. (Foto: Reuters)
Dinar Fitra Maghiszha

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak mentah melemah pada perdagangan hari ini di tengah kekhawatiran pasokan yang ketat dipicu perlambatan pertumbuhan global.

Data bursa Intercontinental Exchange (ICE) Senin (11/7/2022), hingga pukul 9:29 WIB menunjukkan, harga minyak Brent kontrak September 2022 melemah 0,60 persen di 106,38 dolar AS per barel.

West Texas Intermediate (WTI) September 2022 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) koreksi 0,70 persen di 100,82 dolar AS per barel.

Diketahui, perdagangan kedua kontrak itu merosot menyusul sejumlah hari libur di beberapa negara di Asia Tenggara. Penurunan juga terjadi seiring sentimen kekhawatiran kenaikan suku bunga akan memicu resesi dan mengurangi permintaan minyak.

Kedua kontrak acuan diperdagangkan lebih rendah pada awal perdagangan pada hari Senin kemudian berbalik positif sebelum diperdagangkan ke arah yang berbeda.

Sejumlah analis menilai pasar minyak mulai merespons kebangkitan Covid-19 di beberapa negara.

"Posisi beli dalam minyak mentah berjangka WTI saat ini berada di level terendah sejak Maret 2020. Hal ini terjadi akibat penurunan permintaan di tengah wabah awal Covid-19," kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Senin (11/7/2022).

Data terbaru terkait kasus Covid-19 di China menunjukkan adanya penurunan angka. Kendati demikian, kekhawatiran tentang potensi pengetatan pembatasan yang lebih luas masih menghantui pasar, setelah subvarian Omicron baru ditemukan di Shanghai.

Dari sisi penawaran, pasar juga tampak masih gelisah seputar rencana negara-negara Barat untuk membatasi ekspor minyak Rusia. Sebelumnya Presiden Vladimir Putin memperingatkan bahwa sanksi barat dapat menyebabkan bencana di pasar energi global.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT