Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. (Foto: Sindo)
Anggie Ariesta

JAKARTA, iNews.id - Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo membeberkan empat alasan pihaknya melakukan kemitraan strategis dengan PT Teknologi Migo Indonesia.  

PT MNC Vision Networks (IPTV) atau MVN menginvestasikan 40 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp570,970 miliar untuk mengakuisisi saham minoritas di PT Teknologi Migo Indonesia. 

Penandatanganan kesepakatan investasi tersebut berlangsung Kamis (9/9/2021), disaksikan Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo dan Pendiri Migo, Barrett Comiskey.

Hary mengungkapkan, alasan pertama yang mendasari keputusan MVN berinvestasi di Migo Indonesia karena mempertimbangkan platformnya yang menarik. 

"Migo adalah platform distribusi offline untuk produk digital yang menawarkan layanan yang lebih murah, lebih cepat, dan lebih jelas dan tahukah anda di Indonesia produk digital itu digunakan secara online sangat mahal," ujar Hary, dalam dalam Signing Ceremony 'MIGO Accelerate Nationwide Rollout Plans With MVN Investment', Kamis (9/9/2021).

Dia menjelaskan, rata-rata waktu menonton orang Indonesia di TV sekarang ini lebih dari 5 jam. Dengan demikian, jika menonton lewat smartphone biaya yang dikeluarkan setiap bulan sangat mahal. 

Dengan layanan yang lebih murah, Hary meyakini, Migo akan menambah jumlah pelanggan. "Saya memeriksa sebenarnya pagi ini dengan Dan berapa banyak pengguna setiap satu stasiun, setidaknya 500 dan dapat mendorong lebih banyak mungkin 1.000, bayangkan saja Migo tahun depan bisa menggelar 10.000 stasiun kita bisa memiliki 5-10 juta pelanggan, jadi inilah mengapa kami sangat yakin dengan investasi strategis ini," kata Hary.

Alasan kedua, lanjutnya, investasi strategis ini ada karena tentu saja pengaruh sang pendiri Migo, Barrett Comiskey, dengan kredibilitasnya yang sangat cerdas. 

Perlu diketahui Barrett Comiskey merupakan satu "fathers of electronic ink". Sebagai undergraduate MIT, Barrett Comiskey mengembangkan teknologi di balik e-reader Amazon Kindle yang telah mengeluarkan miliaran e-book dan berperan penting dalam revolusi industri percetakan. 

Barrett Comiskey memiliki lebih dari 70 paten atas namanya dan telah diakui oleh Forum Ekonomi Dunia sebagai Pelopor Teknologi dan merupakan penerima penghargaan termuda dari US National Inventors Hall of Fame.

Alasan ketiga, adalah karena MVN sudah menjalin kolaborasi strategis dengan Vision+. Sebagai bagian dari kolaborasi strategis, pada bulan Juni 2021, Migo Indonesia telah meluncurkan Vision+ di Migo untuk menghadirkan pengalaman OTT Vision+ milik MVN kepada pelanggan offline. 

Migo Indonesia menargetkan 20 juta pelanggan bulanan berbayar bagi layanan Vision+ di Migo dengan membayarkan sebesar Rp15.000 per bulan pada tahun 2025. 

Rencana ambisius ini didukung oleh perusahaan induk MVN, kemampuan dan aset MNC Group di FTA, AVOD OTT, media sosial, portal online, dan manajemen talent, serta media berbasis langganan dan broadband.

Kemudian alasan keempat, menurut Hary, karena dia melihat banyak energi dapat dibangun antara dua perusahaan. Seperti yang kita tahu MNC tidak hanya MVN, bukan hanya Pay TV, atau broadband atau OTT. 

"Menurut saya juga mungkin menarik yang bisa di bagikan oleh Migo, karena kita main game online yang harganya sangat mahal jadi kita bisa download online dan kita bisa main game, setidaknya kita harus berlatih sebelum memasuki kompetisi, jadi ada banyak sinergi yang bisa dikembangkan antara dua perusahaan jadi saya yakin investasi ini akan menguntungkan kedua belah pihak," ungkap Hary.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT